TEHERAN - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menyatakan kesiapannya untuk melakukan pembicaraan dengan kekuatan dunia, di saat negara Barat memberikan sanksi berat bagi program nuklirnya. Tetapi Ahmadinejad bersedia untuk melakukan pembicaraan.
"Tekanan tidak akan memaksa Iran untuk menyerahkan haknya. Termasuk hak untuk meneruskan pengayaan uranium," jelas Ahmadinejad seperti dikutip News Scotsman, Jumat (27/1/2012).
Tetapi Ahmadinejad kembali mempertegas bahwa dirinya terbuka untuk melakukan dialog mengenai nuklir Iran. Sebelumnya dialog serupa, terhenti akibat Iran kembali melanjutkan program pengayaan uraniumnya.
Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) beserta sekutu menginginkan Iran untuk berhenti membuat nuklir. Mereka mengkhawatirkan program nuklir Iran dapat dikembangkan untuk pembuatan senjata nuklir.
Namun Iran mengatakan, program itu dilakukan untuk kepentingan damai, seperti pemenuhan kebutuhan listrik bagi rakyat dan untuk keperluan medis.
Uni Eropa sebelumnya sudah menerapkan embargo minyak bagi Iran pada Senin 23 Januari lalu. Sanksi ini merupakan cara untuk dunia internasional, membawa Iran melakukan dialog tentang program nuklirnya.
Sanksi ini mengikuti sanski yang sudah diterapkan AS, yang membatasi penjualan minyak Negeri Paramullah tersebut. Penjualan minyak adalah sumber pendapat luar negeri Iran yang mencapai 80 persen.
(faj)