Foto : Pangeran Saud al Faisal (guardian)
KUWAIT - Kerajaan Arab Saudi akan segera mengakui Dewan Nasional Suriah (oposisi Suriah) sebagai representasi yang sah bagi warga Suriah. Selain Arab Saudi, Prancis juga sudah mengakui Dewan Nasional Suriah yang saat ini sedang berjuang menggulingkan Presiden Bashar al Assad.
"Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Saud al-Faisal, mengatakan pada Dewan Nasional Suriah bahwa negaranya akan segera mengakui Dewan Nasional Suriah sebagai perwakilan yang sah bagi masyarakat Suriah," ujar pejabat Dewan Nasional Suriah Ahmad Ramadan, seperti dikutip AFP, Jumat (27/1/2012).
Pangeran Saud tidak memberitahu dengan jelas, kapan Riyadh akan mengakui oposisi Suriah itu. Arab Saudi juga sudah menarik para tim pemantaunya yang ada di Suriah.
Ramadan yang bertemu dengan Pangeran Saud di Kairo, Mesir juga mengatakan, pangeran dari negeri penghasil minyak itu yakin, Pemerintah Suriah adalah penyebab dari kegagalan misi para tim pemantau Liga Arab.
Hingga saat ini, oposisi Suriah tampak sangat bergantung dengan Prancis. Meski demikian, mereka sempat mengutarakan penolakannya terhadap intervensi asing yang melanggar kedaulatan Suriah.
Selain Dewan Nasional Suriah, kelompok Ikhwanul Muslimin dan beberapa aktivis lain di Suriah dikabarkan bergabung dalam satu fraksi oposisi di negara Arab tersebut.
Hingga saat ini, Suriah pun masih disibukkan dengan demonstrasi anti-pemerintahan yang makin memanas. Suriah juga terancam akan dikenakan sanksi oleh komunitas internasional, karena dianggap gagal meredakan konflik internalnya.(AUL)