Getting Time...

100 Ribu Aktivis Islam Pakistan Kecam AS

Aulia Akbar
Sabtu, 28 Januari 2012 10:01 wib
Foto : Para aktivis Islam di Pakistan berdemo (AFP)
Foto : Para aktivis Islam di Pakistan berdemo (AFP)
KARACHI - Sekira 100 ribu aktivis Islam di Pakistan berkumpul di Kota Karachi dan mengecam operasi pesawat pengebom tak berawak milik Amerika Serikat (AS) di wilayah pedalaman Pakistan yang sering menewaskan warga sipil.

Kelompok Jamiat-e-Ulema Islam (JUI) menuntut Pemerintah Pakistan agar tetap memblokade jalur pasokan logistik untuk pasukan North Atlantic Treaty Organization (NATO) di Afghanistan. Pemblokiran itu sebelumnya dilakukan oleh Pakistan setelah munculnya serangan udara AS yang menewaskan 24 orang pasukan Pakistan.

"Kami bukanlah musuh dari Barat dan AS, namun kami menolak sikap AS yang selalu menuntut kami agar taat kepada perkataan AS," ujar Pimpinan JUI Maulana Fazlur Rehman, seperti dikutip AFP, Sabtu (28/1/2012).

Rehman mengatakan, komunisme sudah binasa setelah Uni Soviet runtuh dan keruntuhan juga akan segera melanda Barat, seiring dengan kekalahannya dalam perang Afghanistan.

"Demonstrasi besar seperti yang dilakukan kelompok Occupy Wall Street hanyalah permulaan dari kehancuran imperalisme AS dan Barat," tambahnya.

Operasi pesawat mata-mata yang sering dilakukan oleh AS memang menjadi satu hal yang dikecam oleh Pakistan. Pakistan menilai, operasi itu sangat melanggar kedaulatan Pakistan dan sering menewaskan warga sipil tak berdosa.

Meski demikian, pesawat pengebom tampil sebagai salah satu senjata andalan Paman Sam dalam memburu para militan di Pakistan dan juga Afghanistan.(AUL)
  • whatever » 0 Tanggapan
    Beetull ituu ! !
    Beri Tanggapan Laporkan
  • palestine » 0 Tanggapan
    Amerika adalah sebuah negara yang sangat arogan dan egois, mereka sering mencampuri urusan negara orang dan sering melanggar kedaulatan negara orang, tapi anehnya... masih banyak negara2 yang selalu di bawah ketiak dari negara yang katanya negara cinta damai tapi kenyataanya, dialah negara yang paling banyak membantai orang2 tak berdosa, tapi tunggulah kehancuranmu wahia negara Teroris...............
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit