Foto Tentara Pembebasan Rakyat Sudan (allvoices)
BEIJING- Kementerian Luar Negeri China mengatakan lebih dari 20 warga China hilang di wilayah bergejolak di Sudan. Puluhan warga itu hilang setelah kelompok militan menyerang tempat kerja mereka.
"Para militan menyerang para pekerja hari Sabtu 28 Januari. Hari ini pasukan keamanan Sudan telah melakukan misi penyelamatan melalui koordinasi dengan Kedutaan China di Khartoum. Pasukan Sudan juga telah meningkatkan penjagaan keamanan bagi pekerja China dan proyek-proyek China yang ada di Sudan," ujar pihak Kementerian Luar Negeri China seperti dikutip The Washington Post, Minggu, (29/1/2012).
China selama ini dikenal memiliki hubungan politik dan ekonomi yang erat dengan Sudan. Sektor energi menjadi salah satu prioritas kerja sama kedua negara.
Kepala urusan konsuler Kementerian Luar Negeri China telah bertemu dengan Duta Besar Sudan untuk China di Beijing. Dalam pertemuan itu, China mendesak agar Sudan berperan aktif dalam melakukan upaya penyelamatan.
Pemerintah China tidak memberikan keterangan lebih lanjut terkait insiden itu. Namun media milik Pemerintah Xinhua menyebutkan dalam laporannya, serangan itu dilakukan oleh Tentara Pembebasan Rakyat Sudan di Kurdofa Selatan.
Tentara Pembebasan Rakyat Sudan merupakan kelompok militan yang setia kepada gerakan selatan dan berasal dari kelompok minoritas etnis yang sekarang mengendalikan Sudan Selatan.
Sudan menuduh Sudan Selatan mempersenjatai kelompok-kelompok pro-Sudan Selatan di wilayah Kordofa Selatan. Pemerintah Sudan Selatan telah menuding tuduhan itu bertujuan untuk menggoyang Pemerintahan Sudan Selatan.
Cina selama ini diketahui telah mengirimkan sejumlah besar pekerjanya ke daerah-daerah yang memiliki potensi konflik besar seperti Sudan misalnya. Dua tahun lalu China dilaporkan juga mengirim paksa kapal dan pesawat untuk membantu evakuasi darurat 30 ribu warga dari pertempuran di Libya.(rhs)