Getting Time...

Ribuan Warga Myanmar Sambut Kampanye Suu Kyi

Fajar Nugraha
Senin, 30 Januari 2012 08:26 wib
Aung San Suu Skyi saat kampanye  (Foto: Reuters)
Aung San Suu Skyi saat kampanye (Foto: Reuters)
YANGON - Ribuan pendukung pejuang demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi datang menyambutnya, saat Suu Kyi mulai melakukan kampanye. Kampanye pada Minggu 29 Januari ini merupakan awal bagi Suu Kyi berjuang mendapatkan tempat di parlemen.

Puluhan ribu massa tampak memenuhi jalanan Distrik Dawei, hanya untuk melihat perempuan peraih Nobel Perdamaian itu. Kampanye ini merupakan perjalanan politik pertama Suu Kyi keluar dari Yangon, sejak dirinya memastikan untuk turut serta dalam pemilu 1 April mendatang.

Melihat keadaan di sebelah selatan kota tersebut, Suu Kyi mengatakan, bahwa dirinya telah memiliki tempat yang tepat untuk memulai kampanyenya.

"Rakyat butuh bukti bahqa pemilu mendatang berlangsung secara adil dan bebas. Sudah tidak boleh lagi adanya pembelian suara ataupun ancaman untuk mendapatkan suara," jelas Suu Kyi dalam kampanyenya seperti dikutip AFP, Senin (30/1/2012).

Lewat Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), Suu Kyi berniat untuk menguasi 48 kursi yang disediakan. Tetapi dalam kunjungannya ke Dawei ini merupakan bentuk dukungan bagi Aung Soe, kandidat dari NLD untuk mewakili Dawei di Parlemen.

"Bila kita bergerak ke arah yang benar, negara ini akan memiliki kesempatan besar. Rakyat harus segera meraih  kesempatan terus," imbuhnya.

Selain itu Suu Kyi juga memastikan keamanan bagi rakyat amat penting bagi Myanmar. "Penegakan hukum sangat diperlukan. Kami siap untuk memberikan rakyat hidup yang lebih stabil," lanjutnya.

Pemerintahan baru yang saat ini dikuasai oleh mantan jenderal, berkuasa sejak kemenangan pada November 2010. Pemerintah sipil ini membuat terkejut dunia internasional dengan reformasi yang mereka lakukan, termasuk memboleh NLD kembali ke politik.

Saat ini negara barat mempertimbangkan untuk mencabut sanksi terhadap Myanmar. Hal ini membuka harapan berakhirnya isolasi yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun di Myanmar.
(faj)
TWITTER »
twit