Getting Time...

China Anggap Barat Sering Memanipulasi Insiden

Khairisa Ferida
Senin, 30 Januari 2012 15:46 wib
Foto Pemimpin Spiritual Tertinggi Tibet Dalai Lama (Telegraph)
Foto Pemimpin Spiritual Tertinggi Tibet Dalai Lama (Telegraph)
BEIJING - Media pemerintah China menuding Barat telah memanipulasi kebenaran terkait bentrokan mematikan yang terjadi antara pasukan keamanan China dan warga Tibet di wilayah Provinsi Sichuan pekan lalu.

Media itu juga mengatakan, Dalai Lama telah menyalahgunakan reputasi agamanya untuk mendapatkan simpati publik.

"Ini tindakan yang biasa dilakukan oleh beberapa Pemerintah Barat dan apa yang mereka sebut dengan Pemerintah Tibet di pengasingan untuk bermain dan memanipulasi setiap insiden," ungkap media pemerintah China Daily seperti dikutip Bangkok Post, Senin, (30/1/2012).

China Daily juga memuat tudingan yang menyebutkan, Dalai Lama menyembunyikan agenda khusus di balik berbagai kegiatan keagamaannya. Selain itu China mengatakan, media dan Pemerintah Barat telah mendukung dan mendanai berbagai kerusuhan yang melanda China akhir-akhir ini.

Kepala Pemerintah Tibet yang berbasis di India Lobsang Sangay mendesak agar masyarakat internasional turut campur tangan untuk mencegah pertumpahan darah lebih lanjut terjadi di Negara Tirai Bambu itu.

Provinsi Sichuan, China selama ini dikenal dengan banyaknya populasi warga Tibet yang mendiami wilayah itu. Mereka sering mengeluhkan penindasan agama dan kurangnya kebebasan yang diberikan oleh Pemerintah China. Bentrokan mematikan terakhir kali terjadi di wilayah ini pekan lalu dimana insiden itu menewaskan tiga warga.

Konflik China-Tibet merupakan konflik lama yang hingga kini belum menemukan penyelesaian damai bagi kedua pihak. Beijing menuduh Dalai Lama yang merupakan pemimpin spiritual tertinggi Tibet berusaha untuk memisahkan Tibet dari China.

Namun tuduhan China itu dibantah Dalai Lama dengan mengatakan dirinya hanya memperjuangkan otonomi yang lebih besar bagi wilayah Tibet.

Amerika Serikat (AS) telah mengungkapkan keprihatinannya terkait bentrokan ini. AS menyerukan agar pasukan keamanan China dapat menahan diri, selain itu AS juga mendesak agar pihak berwenang mengizinkan wartawan dan diplomat untuk memasuki kawasan bentrokan.(rhs)
TWITTER »
twit