Foto : Polisi huru hara China (telegraph)
BEIJING - Pejabat senior China memerintahkan peningkatan pengamanan dan pengawasan di beberapa kuil Budha yang terletak di wilayah Tibet. Hal itu ditujukan untuk mewaspadai penyebaran protes pro-Tibet yang belakangan ini terjadi.
Sekretaris Partai Komunis China Qi Zhala sudah memperingatkan para biksu di kuil tersebut agar tidak berunjuk rasa. Mereka bahkan diancam akan tekan bila aksi unjuk rasa muncul. Kepolisian China di Kota Lhasa juga diperintahkan untuk tetap waspada akan adanya aksi sabotase dan lainnya. Demikian seperti diberitakan Associated Press, Selasa (31/1/2012).
Beberapa kalangan menilai, China sangat khawatir akan munculnya protes anti-pemerintahan yang dilakukan oleh para warga Tibet selama hampir empat tahun. Pada pekan lalu, China juga melepas tembakan ke para demonstran Tibet yang berunjuk rasa di Provinsi Sichuan.
Hingga saat ini, China masih menganggap Pemimpin Spiritual Tibet Dalai Lama sebagai musuh bebuyutannya. Media China menyebut Dalai Lama menyalahgunakan reputasinya di bidang agama untuk meraih simpati publik.
Selain dianggap menyalahgunakan reputasinya sebagai seorang pemuka agama, Dalai Lama yang sering diklaim sebagai pejuang otonomi untuk warga Tibet itu juga disebut sebagai seorang dalang aksi teror yang kerap memerintahkan pengikut-pengikutnya untuk membakar diri.
Pemerintah Tibet yang saat ini masih hidup di pengasingan mendesak komunitas internasional agar mengambil tindakan guna menghindari pertumpahan darah di Negeri Panda itu.(AUL)