Getting Time...

"Tak Banyak Warga yang Tewas Akibat Pesawat Pengebom AS"

Aulia Akbar
Selasa, 31 Januari 2012 13:01 wib
Foto : Presiden AS Barack Obama (Sky News)
Foto : Presiden AS Barack Obama (Sky News)
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mencoba untuk tetap melancarkan operasi pesawat mata-mata di Pakistan dan sejumlah negara lain. Dirinya menjelaskan bahwa tidak warga sipil yang tewas akibat pesawat itu.

"Operasi ini dirancang guna menghindari penggunaan kekuatan militer dalam skala besar. Tidak banyak pula warga sipil yang menjadi korban dari serangan pesawat tersebut," ujar Obama, seperti dikutip New York Times, Selasa (31/1/2012).

Pesawat tak berawak itu umumnya dioperasikan di wilayah pedalaman yang berada di bawah kekuasaan Pemerintah Pakistan. Wilayah itu juga menjadi sarang dari militan Al Qaeda dan juga Taliban.

Obama menjelaskan tentang kegunaan operasi pesawat pengebom tak berawak. Menurut Obama, operasi pesawat itu merupakan operasi rahasia dan pesawat tak berawak itu juga menjadi salah satu senjata utama bagi AS untuk menyerang Al Qaeda.

Seorang pengamat HAM dari AS memberikan pandangan lain terkati operasi pesawat tak berawak itu. Bagi para pengamat, pesawat itu juga tidak sekedar menembakkan misilnya ke wilayah Pakistan. Pesawat itu juga berguna untuk mendokumentasikan segala bentuk kekerasan yang muncul di Suriah. Pesawat itupun menjadi semakin dibutuhkan seiring dengan adanya penundaan misi tim pemantau Liga Arab di Suriah.

Para pengamat itu menjelaskan pula, dari sisi hukum, operasi pesawat itu memang dianggap ilegal karena tidak menghormati kedaulatan negara yang bersangkutan. Namun, tujuan AS mengoperasikan pesawat itu adalah untuk membantu para kelompok oposisi Suriah.  
(AUL)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit