Foto : Asisten Menteri Luar Negeri AS Kurt M. Campbell (daylife)
SEOUL - Seorang diplomat Amerika Serikat (AS) mengatakan, Korea Utara (Korut) harus memperbaiki hubungannya dengan Korea Selatan (Korsel) bila negeri komunis itu ingin memiliki hubungan yang baik dengan seluruh negara di dunia ini.
Asisten Menteri Luar Negeri AS Kurt Campbell mengatakan, ada harapan untuk melakukan diplomasi dengan Korut. Namun komitmen AS untuk tetap menempatkan 28.500 pasukannya di Korsel tetap berlaku.
"Bila Korut menginginkan hubungan yang baik dengan dunia, mereka haruslah memperbaiki hubungannya terlebih dulu dengan Korsel," ujar Campbell, seperti dikutip AFP, Rabu (1/2/2012).
Pada 17 Desember lalu, Pemimpin Korut Kim Jong Un menegaskan, kebijakannya terhadap Korsel tidak akan berubah meski dirinya sudah naik ke tampuk kekuasaan pascawafatnya Kim Jong Il. Korut pun bersumpah untuk tidak pernah melibatkan diri dengan Pemerintah Korsel yang saat ini didominasi oleh kubu konservatif.
Beberapa pengamat yakin, Jong Un akan memicu munculnya ketegangan baru dan provokasi-provokasi lainnya di wilayah perbatasan. Meski demikian, Campbell tetap yakin, AS akan sanggup mengatasi ancaman dari Korut karena AS merangkul Korsel.
"Kemitraan kami dengan Korsel sangat erat, kami juga sering mengadakan konsultasi. Saya yakin, apapun yang terjadi, kami akan sanggup mengatasinya bersama," imbuhnya.
Salah satu hal yang dikhawatirkan AS dan banyak negara lainnya adalah nuklir Korut. Pada pekan lalu Rusia mengumumkan, dialog six party yang akan membahas nuklir Korut akan dilanjutkan lagi pada pertengahan tahun ini. Washington juga akan mengirim Glyn Davies, sebagai representasi AS ke Korut.(AUL)