Getting Time...

Dana Pertahanan Dipangkas, AS Bingung Hadapi NATO

Aulia Akbar
Rabu, 01 Februari 2012 14:25 wib
Foto : Menhan AS Leon Panetta (cleveland)
Foto : Menhan AS Leon Panetta (cleveland)
WASHINGTON - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (Menhan AS) Leon Panetta akan menghadapi banyak pertanyaan dalam pertemuannya dengan North Atlantic Treaty Organization (NATO) pada pekan ini, seiring dengan adanya pemotongan anggaran pertahanan AS dan pengurangan pasukan AS di Eropa.

Pertemuan NATO akan digelar di Brussels, Belgia pada Kamis dan Jumat mendatang. Pertemuan itu diselenggarakan saat AS baru saja menyusun strategi pertahanan baru dan memangkas anggaran militernya.

Lewat dari pemangkasan anggaran militer Paman Sam itu, Panetta juga menarik para pasukannya di Eropa karena AS tengah memusatkan penempatan militernya di wilayah Asia dan Timur Tengah. Sementara itu, AS sebelumnya juga sudah berkomitmen untuk menjaga keamanan Eropa dengan perjanjiannya. Demikian seperti diberitakan Reuters, Rabu (1/2/2012).

Menurut salah seorang pengamat di Washington, para negara anggota NATO pastinya akan meminta penjelasan dari Panetta terkait keuntungan strategi militer AS bagi aliansi trans-Atlantik.

"Apa maksud dari penarikan mundur brigade tempur dan Angkatan Udara AS di Eropa, sementara itu komitmen AS terhadap keamanan NATO tercantum pada pasal V yang mengatakan bahwa, setiap anggota NATO harus mempertahankan aliansinya," ujar pengamat Ian Brzezinski.

Dengan menyusutnya jumlah pasukan AS di Eropa tentunya akan muncul pertanyaan, "apakah akan tetap ada latihan militer yang cukup antara AS dan NATO untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi peperangan seperti halnya di Libya?"

"Strategi pertahanan AS yang baru selalu membicarakan masalah kerja sama militer dengan mitra-mitranya, namun saat ini kita sedang membicarakan masalah medan tempur dan operasi militer. Hal itu akan terlihat lebih rumit," tambahnya.(AUL)
TWITTER »
twit