STOCKHOLM - Bayi kembar yang lahir di Indonesia puluhan tahun lalu, akhirnya bertemu kembali. Kini, setelah keduanya beranjak dewasa berhasil kembali bersatu. Namun, pertemuan dramatis itu tidak terjadi di Indonesia, melainkan di Swedia.
Kedua bayi itu dahulu lahir dari orangtua asli Indonesia. Kemudian terpisah karena diadopsi sejak lahir oleh orangtua angkat mereka masing-masing, dan dibawa ke Swedia.
Emilie Falk dan Lin Backman, terpisah satu sama lain selama hampir 29 tahun. Kini mereka berdua berniat untuk menemui orangtua kandung mereka di Indonesia.
Kedua perempuan tidak identik ini diadopsi dari sebuah yatim piatu di Semarang, oleh pasangan Swedia. Tetapi dalam akte kelahiran mereka, tidak disebutkan bahwa faktanya kalau mereka adalah kembar.
Lewat tes DNA yang dilakukan keduanya, dua bulan sebelum bertemu menyatakan bahwa 99,98 persen bahwa mereka bersaudara.
Lewat kisah yang rumit, kedua perempuan ini bisa bertemu setelah orangtua dari Lin Backman melakukan reka ulang.
Orangtua Lin Backman kala itu membawanya pergi dari panti asuhan, supir taksi yang membawa mereka menanyakan nasib anak perempuan yang lain yakni Emilie Falk. Untung orangtua Backman sempat mencatat nama keluarga yang mengadopsi Emilie.
Nama itulah yang digunakan oleh orangtua Lin untuk melacak keluarga Falks di Swedia. Kedua keluarga itu sempat bertemu beberapa kali saat keduanya masih bayi, untuk membandingkan catatan kelahiran.
"Orangtua kami saling memeriksa surat adopsi, tetapi mereka kira surat yang dipegang tidak sama. Selain itu tidak ada sesuatu yang dianggap penting ditambahkan di surat dan di masa tersebut belum ada tes DNA," jelas Emilie Falk seperti dikutip AFP, Kamis (2/2/2012).
Salah satu perbedaan yang signifikan adalah nama ayah kandung dari kedua perempuan itu, meskipun dalam catatan menunjukan bahwa mereka memiliki ibu kandung yang sama.
Kedua keluarga akhirnya memutuskan perbedaan nama sang ayang hanyalah sebuah kesalahan. Sejak saat itu, kedua pasutri tersebut kehilangan kontak.
Meskipun kedua orangtua Emilie dan Lin menceritakan hal saat kecil, keduanya kemudian melupakannya.
"Namun ketika saya menikah dua tahun lalu, saya mulai memikirkan keluarga kandung saya. Tetapi ibu saya (orangtua angkat) kembali menceritakan hal yang sama dan pada akhirnya saya memutuskan untuk mencari sendiri," ungkap Falk.
(faj)