Getting Time...

AL AS Penuhi Wilayah Selatan Selat Hormuz

Aulia Akbar
Kamis, 02 Februari 2012 11:01 wib
Foto : Pasukan AS (AFP)
Foto : Pasukan AS (AFP)
WASHINGTON - Meski Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama sudah menarik pasukannya dari Irak, Pentagon tampak mengerahkan pasukannya ke dua pulau yang terletak di selatan Selat Hormuz. Dengan menempatkan militernya di wilayah tersebut, AS akan mudah menginvasi Iran.

Pada Maret mendatang, Obama juga berniat akan mengerahkan beribu-ribu pasukannya di wilayah tersebut.

Seperti diberitakan oleh DEBKA, Kamis (2/2/2012), AS memerintahkan angkatan udara, laut, dan marinirnya untuk menempatkan diri di dua buah Pulau Socotra, yang merupakan wilayah Yaman. Serta Pulau Masirah yang masuk ke dalam kedaulatan Oman.

Beberapa pejabat militer dari Barat tidak dapat memastikan berapa jumlah pasukan yang dikerahkan AS ke wilayah tersebut. Namun menurut kabar, pasukan AS yang hendak ditempatkan di Socotra dan Masirah berasal pangkalan militer AS di Diego Garcia, wilayah di Kepulauan Chagos.

Pada Maret mendatang, armada tempur Prancis dikabarkan akan melintas di Teluk Persia, Teluk Oman, dan Laut Arab bersama dengan kapal induk Paman Sam.

Penempatan pasukan Barat di perairan Timur Tengah sebenarnya ditujukan untuk mengamankan jalur distribusi migas. Selat Hormuz adalah salah satu jalur pemasok minyak dunia yang sempat terancam diblokir oleh Iran.

Pemblokiran Selat Hormuz juga akan membuat harga minyak dunia menjadi melonjak dan oleh karena itulah Barat nampak bersikeras mengamankan perairan itu dari segala bentuk ancaman.(AUL)
  • Gufron » 1 Tanggapan
    Dasar tukang perang.. Lawan militan aja kerepotan apalagi melawan iran.. Yg semangat militansinya tangguh
    • iwan
      Semuanya sok tau!!!!!!!!!!!!!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Nichola » 0 Tanggapan
    mau2nya oman dan yaman ditempatin orang2 k***r seperti amerika. ko amrik yg sewot yah?? emg selat hormuz punya sape sih?? heran.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Adji » 1 Tanggapan
    Mana nilai-nilai demokrasi amerika, kok masalah sederhana gitu aja pake angkat senjata segala.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit