Foto : Deputi Menlu Israel Danny Ayalon (presstv)
YERUSALEM - Deputi Menteri Luar Negeri Israel Danny Ayalon mengatakan, Israel pada dasarnya ingin berdamai dengan negara-negara Arab, namun Ayalon menilai, perdamaian tampaknya akan mengancam eksistensi Israel.
"Kami harus tegas menuntut jaminan keamanan dan pengakuan terhadap negara kami. Kami juga ingin Palestina menghentikan tuntutannya yang tidak masuk akal," ujar Ayalon, seperti dikutip Arutz Sheva, Kamis (2/2/2012).
Ayalon bahkan menyinggung peristiwa Arab Spring dan mengaitkannya ke isu Palestina. Menurut Ayalon, Palestina tidaklah menjadi isu pokok dari masa depan Timur Tengah.
"Warga di Kairo, Damaskus, Bahrain, atau Libya yang turun ke jalanan, tidak membawa aspirasi Palestina. Namun, para pemimpin di negara Arab sering memasukkan isu Palestina ke dalamnya," tambahnya.
Pejabat Negeri Yahudi itu juga mendesak agar masalah Israel dan Palestina diselesaikan tanpa adanya intervensi dari pihak luar. Dirinya pun menjelaskan bahwa Israel akan sangat berperan penting bagi Amerika Serikat (AS).
"Israel dan AS tidak hanya bertukar pandangan mengenai nilai-nilai dari hubungan bilateral. Israel dan AS memiliki kepentingan yang sama. Kemitraan AS dan Israel adalah hal yang normal dan akan tetap berlanjut untuk keuntungan antar pihak dan bahkan untuk dunia," imbuhnya.
Ayalon merupakan salah satu politisi garis keras Israel yang selalu mencetuskan kebijakan konfrontatif ke Palestina. Ayalon juga tidak menyetujui adanya persatuan antar fraksi di Palestina. Pada November lalu, Ayalon memutuskan untuk memotong pasokan listrik dan air ke Jalur Gaza, wilayah yang dikuasai pejuang Hamas.(AUL)