Foto Menteri Luar Negeri Pakistan Hina Rabbani Khar (Tribune)
ISLAMABAD - Pakistan memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk tidak kembali mengambil tindakan militer sepihak seperti halnya dalam peristiwa penyergapan Osama bin Laden. Pakistan pun mengatakan, tindakan militer yang dibutuhkan hanya dapat diputuskan oleh parlemen.
Peringatan Pakistan ini muncul setelah sebelumnya, AS melalui pasukan militernya beberapa kali melakukan pelanggaran kedaulatan di wilayah Pakistan.
Saat ini sebuah komite parlemen tengah mengkaji insiden serangan NATO terhadap tentara Pakistan di wilayah perbatasan Salala. Serangan itu menewaskan 24 tentara Pakistan.
Menteri Luar Negeri Pakistan Hina Rabbani Khar mengatakan, kesimpulan dalam kajian itu selain untuk menunjukkan pentingnya menjaga hubungan dengan AS namun juga untuk mendefinisikan tindakan yang tidak dapat dikompromikan antar kedua negara.
"Hanya Parlemen Pakistan yang akan memutuskan apakah tindakan militer di satu kawasan dibutuhkan atau tidak," ujar Menlu Hina Rabbani Khar seperti dikutip AFP, Kamis, (2/2/2012)
AS selama ini menuding terdapat pihak-pihak tertentu dalam badan intelijen Pakistan yang mendukung beberapa kelompok militan Islam, khususnya di Afghanistan. Tudingan AS ini telah membuat kedua negara saling menaruh curiga satu sama lain.
Baru-baru ini sebuah dokumen NATO yang bocor mengutip pernyataan tahanan Taliban yang mengatakan, intelijen Pakistan memiliki hubungan dekat dengan Taliban Afghanistan.
Menlu Khar membantah pernyataan itu dan mengatakan, Pakistan tidak memiliki agenda tersembunyi di Afghanistan. Khar juga menegaskan, Pakistan akan mendukung Afghanistan dalam menentukan masa depannya sendiri.
Sementara itu Khar juga mendesak AS untuk segera mengakhiri operasi pesawat tak berawak yang berada di wilayah Pakistan. Meski Presiden Obama mengatakan, keberadaan pesawat itu telah menewaskan banyak militan Taliban, namun bagi Pakistan serangan itu hanya akan menambah lebih banyak lagi kelompok ekstrimis.
New America Foundation di Washington mengatakan serangan pesawat tak berawak AS di Pakistan telah menewaskan sekira 1.715 hingga 2.680 orang dalam delapan tahun terakhir.
Hubungan Pakistan-AS memanas ketika pasukan AS berhasil membunuh Osama bin Laden di Abbotabad, Pakistan Mei lalu. Namun AS tidak memberikan informasi terkait operasi penyerangan itu kepada Pemerintah Pakistan dikarenakan faktor keamanan. Sikap AS itu telah menuai kecaman dari Pakistan karena dianggap melanggar kedaulatan wilayah.(rhs)