KABUL - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Leon Panetta memastikan pasukan tempurnya akan ditarik dari Afghanistan pada 2013 mendatang. Selanjutnya, militer AS akan berubah peran melakukan pelatihan kepada pasukan keamanan Afghanistan.
Panetta menginginkan sekutu North Atlantic Treaty Organization (NATO) untuk tetap menghormati strategi yang sudah disepakati dalam pertemuan di Lisabon, Portugal November 2010 lalu.
Sepertinya Panetta menginginkan Prancis untuk tetapi menghormati perjanjian tersebut, setelah Presiden Nicolas Sarkozy berniat menarik semua pasukannya setelah insiden tewasnya empat prajurit Prancis bulan lalu.
"Diharapkan, pada pertengahan 2013, kita bisa melihat transisi peran pasukan AS dari pasukan tempur menjadi pasukan yang memberikan pelatihan dan penasihat keamanan. Ini tentunya sejalan dengan kesepakatan Lisabon," jelas Panetta seperti dikutip AFP, Kamis (2/2/2012).
"Kita semua terlibat masuk dalam peperangan ini bersama-sama, sudah sepatutnya keluar bersama-sama pula. Namun, kita harus melakukannya dengan dasar persekutuan dan komitmen yang kuat seperti yang dilakukan di Lisabon," imbuh Panetta.
Masih belum jelas apakah penarikan pasukan tempur ini dapat mempengaruhi peran dari militan Taliban, yang selalu berperang secara gerilya melawan NATO.
AS sendiri terus berusaha untuk menarik Taliban dalam pembicaraan mengenai rekonsiliasi dengan Pemerintah Afghanistan. Salah satu strategi kunci AS adalah meningkatkan tekanan militer kepada Taliban agar bersedia untuk bergabung dalam pembicaraan damai.
(faj)