Getting Time...

Putin: Tak Ada Ancaman dari Iran & Korut!

Aulia Akbar
Jum'at, 03 Februari 2012 11:02 wib
Foto : Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin (AP)
Foto : Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin (AP)
MOSKOW - Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin mengatakan, sistem pertahanan misil Eropa yang digagas Amerika Serikat (AS) memang ditujukan untuk melemahkan roket nuklir Rusia, karena tidak ada ancaman yang muncul dari Iran dan Korea Utara (Korut).

Perdebatan mengenai sistem North Atlantic Treaty Organization (NATO) tampaknya kian memanas, Putin akhirnya turun tangan untuk melontarkan komentarnya. Menurut Putin, misil-misil NATO yang ada di Polandia dan Lithuania sanggup menjangkau Pegunungan Ural, yang merupakan wilayah di mana senjata nuklir Rusia berada.

NATO pun berkali-kali menjelaskan bahwasannya misil-misil tersebut ditujukan untuk mewaspadai serangan dari Timur Tengah yakni Iran. Putin pun tidak percaya akan perkataan NATO.

"Tidak ada ancaman dari Iran maupun Korut, NATO sendiri tidak bersedia untuk memberikan jaminan keamanan ke Rusia bahwa misil-misil itu tidak ditargetkan ke Rusia," ujar Putin, seperti dikutip Russian First Channel, Jumat (3/2/2012).

Mantan pejabat intelijen Rusia itu menjelaskan, AS adalah inisiator dari penempatan misil-misil tersebut dan AS-lah salah satu negara di dunia ini yang pernah menggunakan bom nuklir untuk menghadapi negara yang tidak memiliki senjata nuklir (Jepang).

"Apa yang harus kita lakukan? Haruskah kita menghapus segala bentuk kenangan dalam peristiwa sejarah ini. Kita akan selalu merespons segala bentuk ancaman yang muncul di wilayah perbatasan kita," tegas Putin.

"AS yang menjadi mitra kita di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) selalu menginvasi setiap negara yang dicurigai memiliki senjata pemusnah massal itu. AS juga berupaya untuk mengubah rezim yang berkuasa di sebuah negara. Saya rasa, rekan kita itu tidak menginginkan sekutu, mereka hanya menginginkan seorang pengikut. Rusia tidak akan pernah mau menjadi pengikut AS," tambahnya.

Kritik Putin terhadap sistem pertahanan misil Eropa muncul sebelum pemilu Presiden Rusia digelar. Hingga saat ini, Putin pun tampil menjadi salah seorang kandidat Presiden Rusia yang cukup kuat, meski banyak warga dan oposisinya yang mengecam ambisinya untuk menjadi Presiden Rusia.(AUL)
  • sufyan » 0 Tanggapan
    Menarik komentar Putin: AS adalah inisiator dari penempatan misil-misil tersebut dan AS-lah salah satu negara di dunia ini yang pernah menggunakan bom nuklir untuk menghadapi negara yang tidak memiliki senjata nuklir (Jepang). "AS yang menjadi mitra kita di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) selalu menginvasi setiap negara yang dicurigai memiliki senjata pemusnah massal itu. AS juga berupaya untuk mengubah rezim yang berkuasa di sebuah negara. Saya rasa, rekan kita itu tidak menginginkan sekutu, mereka hanya menginginkan seorang pengikut. Rusia tidak akan pernah mau menjadi pengikut AS," tambahnya.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • asep » 0 Tanggapan
    setujuuuuuuuuuuuu buat Kang Putin, hanya As lah yg prnah mnggunakan snjata Nuklir untuk mnyrng negara yg tidak memiliki nuklir trsebut. dan bahkan negara yg anti AS n kaya minyak selalu ingin diserang n dikuasai. dasar AS teroris
    Beri Tanggapan Laporkan
  • edi » 0 Tanggapan
    Komentara dari perdana mentri Rusia sangatlah Logis .....AS tidak butuh sekutu ...hanya butuh pengikut...yang mengancam akan di serang....negara kita tidak akan di serang AS karena tianggap bukan ancaman dan karena negara kita adalah pengikut setia AS....buKan KAH bEGitu...?
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit