Getting Time...

Indonesia-UNDP Perluas Kemitraan Strategis

Khairisa Ferida
Sabtu, 04 Februari 2012 13:46 wib
Menlu RI dan Administrator UNDP Helen Clark (Foto : Kemenlu)
Menlu RI dan Administrator UNDP Helen Clark (Foto : Kemenlu)
JAKARTA - Dalam kunjungan kerjanya ke New York, Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa melakukan pertemuan dengan Administrator United Nations Development Programme (UNDP) Helen Clark.

"Pertemuan ini untuk menindaklanjuti hasil-hasil kesepakatan pertemuan sebelumnya antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Helen Clark pada April 2011 di Jakarta," ujar Menlu Natalegawa dalam keterangan tertulisnya kepada okezone, Sabtu (4/2/2012).

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah RI dan UNDP sepakat untuk memperluas kerja sama kemitraan strategis melalui country program document. Kerja sama yang dimaksudkan antara lain seperti pencapaian MDGs, pengentasan kemiskinan, perkembangan isu demokrasi serta pencegahan dan pemulihan krisis.

Isu lingkungan hidup dan perubahan iklim juga turut menjadi pembahasan penting dalam kerja sama kemitraan strategis ini.

Pemerintah RI dan UNDP sepakat bahwa kemitraan strategis ini bertujuan untuk memaksimalkan berbagai potensi Indonesia sebagai mitra pembangunan global.

Selain itu kemitraan strategis ini juga ditujukan untuk memajukan agenda pembangunan baik di tingkat global maupun kawasan, khususnya di negara-negara berkembang dan least developed countries (LDCs).

"Ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk terus berkonsentrasi dalam kemitraan global untuk memajukan agenda pembangunan global," imbuhnya.

Selain melakukan pertemuan dengan Clark, Menlu dijadwalkan juga akan bertemu dengan Sekjen PBB Ban Ki Moon guna menyerahkan instrumen ratifikasi CTBT.

Pertemuan Menlu Natalegawa dengan Sekjen PBB Ban Ki Moon juga akan mengagendakan pembahasan terkait situasi global saat ini. Dalam kesempatan itu, Menlu pun akan menyerahkan surat dari Presiden SBY kepada Sekjen PBB.(rhs)
TWITTER »
twit