Foto : Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas (telegraph)
GAZA - Fraksi Hamas mendukung proposal dari Qatar terhadap Palestina yang akan menjadikan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas sebagai Perdana Menteri Pemerintahan Palestina bersatu. Pemerintahan itu akan mempersiapkan diri untuk segera menggelar pemilihan umum di Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Proposal yang diajukan oleh Emir Qatar dan akan merekonsiliasikan Fatah dan Hamas dalam sebuah pemerintahan. Petinggi Hamas Khaled Meshaal juga sepakat akan langkah Abbas yang hendak naik sebagai perdana menteri di pemerintahan kesatuan tersebut.
Sebelumnya, Abbas sempat mengusulkan Salam Fayyad sebagai kandidat perdana menteri, namun Hamas menolaknya. Pemilihan Abbas sebagai perdana menteri kiranya akan menjadi hal yang cukup baik, lantaran Barat selalu menganggap fraksi Hamas adalah kelompok teroris. Demikian seperti diberitakan Associated Press, Senin (6/2/2012).
Pertemuan yang digelar antara Qatar, Abbas, dan Meshaal pada Minggu kemarin tidak membahas sejumlah nama-nama yang akan menjabat sebagai pejabat pemerintahan kesatuan Palestina.
Pada hari ini, Abbas dan Meshaal juga dikabarkan akan menggelar beberapa pertemuan lain untuk membahas penundaan proses pemilu di Palestina. Menurut kedua pimpinan fraksi Palestina, pemilu akan digelar pada Mei mendatang,
Para delegasi dari Hamas dan Fatah juga mengatakan, para petingginya hendak menggelar sejumlah dialog dalam beberapa waktu ke depan. Menurut juru bicara Fatah, Azzam al Ahmed, dialog antara Fatah dan Hamas sudah memberikan iklim positif.(AUL)