Getting Time...

Reporter Jerman Mengaku Disiksa di Iran

Fajar Nugraha
Senin, 06 Februari 2012 14:03 wib
Foto: Reuters
Foto: Reuters
BERLIN - Seorang reporter asal Jerman mengaku mengalami penyiksaan ketika dirinya ditahan di penjara Iran Oktober 2010 lalu. Akibat penyiksaan, reporter Jerman itu mengaku tertekan secara kejiwaan.

Dalam komentarnya pertamanya kepada publik setelah dibebaskan lebih dari satun tahun lalu, Marcus Hellwig mengaku dirinya dipukuli selama 10 hari pertama saat dirinya ditahan.

"Kadang mereka menuduh saya sebagai mata-mata. Namun hal tersebut kerap kali berubah dan kemudian menuduh saya sebagai teroris," seperti dikutip Bild am Sonntag, Senin (6/2/2012) 

"Mereka berusaha untuk membuat saya goyah dengan pertanyaan yang tak pernah berhenti. Para penculik ini bahkan memaksa saya masuk ke dalam bentuk tekanan politik dan menciptakan rasa takut," tuturnya.

Hellwig ditahan bersama fotografernya Jens Koch. Keduanya bekerja untuk Bild Am Sonntag, ketika mereka memasuki Iran melalui visa wisatawan. Mereka ditahan saat melakukan wawancara dengan anak dari Sakineh Mohammadi Ashtiani, seorang perempuan Iran yang divonis mati akibat perbuatan zina.

Hellwig pun menceritakan bagaimana penyiksaan itu dilakukan kepada dirinya serta Koch. Pada awalnya, Hellwig dibawa ke ruangan penyiksaan untuk diperlihatkan alat apa yang akan digunakan oleh para penjaga penjara untuk menyiksa orang.

"Saya dipukuli. Ada beberapa alat lain, tetapi saya tidak ingin membicarakannya. Saya dapat mendengarkan tangisan tahanan lain yang sedang disiksa," jelas Hellwig yang masih trauma.

Pada akhirnya Hellwig dapat dibebaskan setelah Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle berangkat ke Iran, untuk mengatur kebebasannya dengan Presiden Mahmoud Ahmadinejad.
(faj)
TWITTER »
twit