ISLAMABAD - Pesawat pengebom tak berawak Amerika Serikat (AS) yang kerap melakukan serangan di Pakistan, ternyata tidak hanya menewaskan kelompok militan saja. Serangan itu bahkan kerap menewaskan warga sipil Pakistan.
Menurut laporan investigasi dari The Sunday Times, pesawat pengebom tak berawak itu kerap menewaskan puluhan warga sipil yang hendak membantu korban serangan udara AS atau pun warga yang tengah menghadiri pemakaman.
Selama Presiden Barack Obama memimpin AS, tercatat sudah 260 serangan dilancarkan oleh pesawat tersebut ke wilayah militan Pakistan.
Laporan mengenai tewasnya warga sipil akibat serangan udara AS, diketahui pada insiden 30 Desember lalu. Saat itu ABC News melaporkan remaja Pakistan berusia 16 tahun, Tariq Khan, tewas bersama sepupunya di dalam sebuah mobil.
Keduanya tewas dalam serangan udara AS. Saat ABC News meminta keterangan mengenai insiden itu kepada warga setempat yang bernama Akbar, Media AS tersebut menemukan hal yang mengejutkan.
"Akbar tidak menyediakan foto dari lokasi serangan udara (AS). Secara virtual tidak ada satu pun yang berhasil terekam, karena pesawat pengebom AS kerap menargetkan warga yang muncul di lokasi serangan," laporan dari ABC News yang diperoleh The Sunday Times, Senin (6/2/2012).
Bagi The Sunday Times hal ini amatlah mengejutkan. Pada dasarnya serangan udara AS menewaskan target serangannya, kemudian menembaki mereka yang hendak melakukan penyelamatan dan warga lain yang tiba di lokasi kejadian di mana jatuhnya banyak korban baru.
Dalam dokumen yang baru dirilis oleh Biro Investigasi Jurnalisme The Sunday Times, menunjukan apa yang telah dilakukan oleh AS dan hasilnya pun jauh lebih buruk.
"Serangan pesawat pengebom tak berawak AS yang dilakukan CIA di Pakistan, sudah menewaskan puluhan warga sipil yang menolong korban serangan ataupun warga yang menghadiri pemakaman dari korban serangan," imbuh laporan tersebut.
Hasil penyelidikan yang dilakukan selama tiga bulan ini, menunjukan bukti bahwa sekira 50 warga sipil terbunuh dalam serangan lanjutan, saat warga hendak membantu korban. Serta lebih dari 20 warga sipil tewas akibat serangan disengaja ke arah pemakaman dan pelayat.
Penemuan ini dirilis beberapa hari setelah Presiden Barack Obama mengklaim bahwa serangan pengebom AS di Pakistan ditargetkan dan difokuskan pada musuh. Obama juga mengklaim serangan ini tidak menimbulkan korban jiwa pada warga sipil.
(faj)