China: Assad Dipaksa Mundur, Suriah Akan Jadi Libya!

Senin, 06 Februari 2012 13:22 wib | Aulia Akbar - Okezone

Foto : Dubes China untuk PBB Li Baodong (Xinhua) Foto : Dubes China untuk PBB Li Baodong (Xinhua) BEIJING - Media China membela keputusan dari Pemerintah China yang menggunakan hak vetonya untuk menggagalkan Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk Suriah.

Resolusi DK PBB yang diveto oleh China dan Rusia merupakan resolusi yang mendesak Presiden Suriah Bashar al Assad agar mundur dari jabatannya. Akibat menggunakan vetonya, Amerika Serikat (AS) langsung kesal terhadap Negeri Panda itu. Salah satu alasan China memveto resolusi itu adalah karena situasi di Suriah makin merumit.

"Bila Presiden Assad menolak untuk melakukan transfer kekuasaan dan terus mengalami desakan, Suriah akan menjadi Libya dalam waktu dua bulan," ujar seorang akademisi Dong Manyuan, seperti dikutip China Daily, Senin (6/2/2012).

Duta Besar China untuk PBB Li Baodong juga mengatakan, pemaksaan untuk melakukan voting tidak akan menyelesaikan masalah yang ada. DK PBB membutuhkan persatuan untuk menemukan solusi.

"China yakin, kedaulatan wilayah Suriah harus dihormati," ujar Li.

Penggunaan hak veto yang dilakukan oleh China dan Rusia cukup membuat ketegangan antara negara anggota tetap DK PBB kian memuncak. Kerusuhan pun tetap terjadi di Suriah dan alhasil, kantor Kedutaan Besar Rusia di Libya diserang karena veto tersebut. (AUL)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »