Ilustrasi: Forbes
BEIJING - China mengeluarkan peringatan keras bagi para pejabat pemerintahannya yang bertugas di Tibet.
Peringatan itu berupa ancaman pemecatan ataupun tuntutan pidana bagi para pejabat China yang gagal menjaga stabilitas pertahanan dan keamanan di Tibet.
Ini menyusul meningkatnya ketegangan antara Pemerintah China dan etnis Tibet di wilayah terpencil di pengunungan Himalaya itu. Pengumuman peringatan itu dikeluarkan hari ini melalui situs resmi milik Pemerintah Tibet.
Dalam situs yang sama juga dilaporkan belum lama ini dua pejabat telah gagal dalam menjalankan tugasnya. Pejabat yang gagal menjalankan tugasnya itu didesak untuk diberikan sanksi keras.
"Mereka yang bertanggung jawab terkait persoalan stabilitas namun mengabaikan jabatan mereka, bertindak tanpa tanggung jawab, menyalahgunakan kekuasaan atau gagal mengemban tugas mereka akan dipecat dari jabatannya. Tidak peduli siapa mereka atau jabatan apa yang mereka miliki," demikian pernyataan dalam situs tersebut seperti dikutip Associated Press, Senin, (6/2/2012).
Peringatan keras dari Pemerintah China ini muncul setelah kerusuhan mematikan terjadi empat tahun lalu di ibukota Tibet, Lhasa.
Sementara itu selama sepekan terakhir, sebuah kelompok pengamat hak asasi manusia melaporkan, setidaknya tiga warga Tibet tewas setelah mereka melakukan aksi bakar diri di Provinsi Sichuan. Jika ditotal maka dalam waktu satu tahun terakhir tercatat 19 warga Tibet yang tewas akibat aksi bakar diri.
Bentrokan antara Pemerintah China dan warga Tibet terjadi akibat tuntutan warga Tibet yang menginginkan agar pemimpin spiritual tertinggi mereka Dalai Lama dapat kembali ke Tibet.
Selama ini China mengklaim Tibet telah sejak berabad-abad berada di bawah kekuasaanya, namun bagi warga Tibet, Tibet merupakan wilayah yang telah lama berdiri secara independen.(rhs)