Ilustrasi: AFP
MANILA - Korban tewas akibat gempa berkekuatan 6,8 Skala Richter di Filipina bertambah menjadi 15 jiwa. Sementara itu 73 lainnya masih dinyatakan hilang.
Gempa yang juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum seperti jembatan dan jalan-jalan di Pulau Negros, telah memaksa tim penyelamat mendaki gunung untuk menuju desa-desa terpencil.
Otoritas setempat mengatakan, Desa Planas merupakan wilayah yang memiliki jumlah korban tewas paling banyak. Sementara itu 30 rumah di desa itu dilaporkan juga ikut rusak parah.
"Kru penyelamat telah diterjunkan untuk membantu para korban. Mungkin Kita akan membutuhkan lebih banyak peti mati," ujar Walikota Guihulngan Ernesto Reyes seperti dikutip Associated Press Selasa, (7/2/2012).
Rayes menambahkan, gempa juga telah menyebabkan terputusnya komunikasi di beberapa desa.
"Kami tidak memiliki air dan listrik karena gardu listrik rubuh. Jalan-jalan rusak, begitu juga dengan jembatan. Toko-toko juga tutup. Kami terisolasi," imbuh Rayes.
Daerah lain yang juga terkena imbas gempa adalah desa di pengunungan La Libertad Solongon. Sejumlah orang dilaporkan terjebak dalam reruntuhan rumah mereka di kawasan itu.
Terkait bencana gempa yang disusul dengan longsor di beberapa wilayah Filipina ini, Presiden Benigno Aquino III telah memerintahkan Angkatan Udara dan para penjaga pantai untuk membantu upaya penyelamatan.
Sebelumnya pada 2004 lalu gempa juga sempat melanda Pulau Mindanao, di bagian selatan Filipina. Bencana ini menewaskan 78 orang serta sempat memicu keluarnya peringatan dini terkait ancaman gelombang tsunami.
Filipina memang termasuk dalam cincin api pasifik dimana aktifitas gempa dan vulkanik aktif terjadi. Sementara gempa mematikan yang terakhir kali melanda Filipina, terjadi pada 1990 silam di Luzon dimana sekira dua ribu warga dilaporkan tewas.(rhs)