RAMALLAH - Pihak Fatah memastikan bahwa pemerintahan transisi Palestina akan dibentuk pada pertengahan Februari ini. Kepastian itu diambil setelah Presiden Mahmoud Abbas akan memimpin pemerintahan Palestina bersatu.
"Kesepahaman diraih antara Presiden Abbad dan pimpinan Hamas Khaled Mashaal, bahwa pemerintahan akan dibentuk pada pertengahan Februari," ucap anggota Komite Pusat Fatah Nabil Shaath seperti dikutip Xinhua, Selasa (7/2/2012).
Sebelumnya Abbas yang selama ini dikenal sebagai pemimpin Fatah, meraih kesepakatan untuk menggabungkan kekuatan. Mereka melakukan pembicaraan intensif di Doha, Qatar guna membahas pembentukan pemerintahan bersama.
"Dalam waktu sepekan ke depan, diskusi kedua belah pihak akan memfokuskan diri pada pemilihan anggota pemerintahan, khususnya menteri kabinet," imbuh Shaath.
"Para anggota kabinet akan bersifat independen, tetapi Hamas, Fatah dan seluruh kelompok Palestina lainnya akan memegang peran untuk mencalonkan para kandidat menteri," lanjut Shaath.
Shaat pun menambahkan, bahwa pembentukan pemerintah baru ini secara otomatis mengakhiri pembagian kekuasaan yang saat ini berada di Gaza dan Tepi Barat. Bagi Shaath kondisi saat ini menjadi langkah serius untuk mengakhiri perpecahan internal Palestina.
(faj)