Getting Time...

79 Tewas dalam Kekerasan Lanjutan di Suriah

Fajar Nugraha
Selasa, 07 Februari 2012 11:15 wib
Pasukan Suriah (Foto: AP)
Pasukan Suriah (Foto: AP)
DAMASKUS - Pasukan Suriah kembali melancarkan serangan ke arah basis pertahanan pengunjuk rasa anti-pemerintah. Insiden kali ini dilaporkan menyebabkan 79 warga sipil tewas.

Pihak oposisi Dewan Nasional Suriah (SNC) mengatakan, pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad menyerang mereka dengan tank. SNC juga memperingatkan kemungkinan terjadinya genosida di kota tersebut.

Warga di Homs mengaku bahwa serangan terbaru terjadi pada Senin 6 Februari lalu. Mereka melihat pasukan pemerintah menembakan mortar, roket dan bahwa tembakan artileri. 

"Apa yang terjadi benar-benar buruk. Tidak ada tempat untuk bersembunyi," jelas seorang aktivis anti-pemerintah Omar Shaker seperti dikutip AFP, Selasa (7/2/2012).

Selain itu Shaker menceritakan bagaimana sulitnya kondisi hidup warga, di tengah mengurangnya pasokan obat-obatan dan kesulitan untuk merawat korban luka.

Aksi kekerasan yang berlanjut ini terjadi di tengah gencarnya negara barat yang ingin menerapkan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).
Resolusi ini batal diterapkan setelah China dan Rusia memveto rancangan resolusi tersebut.

Keputusan Rusia dan China yang memilih menolak resolusi DK PBB ini ditanggapi dengan kemarahan dari pihak Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Arab, yang mendesak agar Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk menyerahkan kekuasaannya kepada wakil presiden. 

Hal itu dianggap sebagai upaya jitu untuk menghentikan kekerasan yang selama ini terjadi di Suriah. Namun Rusia berkilah dengan mengatakan, resolusi DK PBB itu bias dan memihak kelompok tertentu.

Sementara China menilai Suriah akan menjadi Libya dalam waktu dua bulan bila resolusi jadi diterapkan.

Duta Besar China untuk PBB Li Baodong mengatakan, pemaksaan untuk melakukan voting tidak akan menyelesaikan masalah yang ada. Baginya DK PBB membutuhkan persatuan untuk menemukan solusi.
(faj)
TWITTER »
twit