Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast (Foto: Telegraph)
TEHERAN - Kementerian Luar Negeri Iran menolak sanksi yang terbaru yang dijatuhkan AS terhadap Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast mengatakan, sanksi tersebut merupakan bagian dari apa yang disebutnya perang psikologis untuk menebarkan ketidakpuasan di kalangan rakyat Iran.
"Bank sentral Iran tidak memiliki transaksi keuangan dengan Amerika Serikat, oleh karena itu sanksi tidak akan memperngaruhi Iran," ujar jubir kemenlu Iran Ramin Mehmanparast seperti dikutip Associated Press Selasa, (7/2/2012).
Mehmanparast juga menyebutkan sanksi AS itu tidak lebih hanyalah sebuah bentuk propaganda.
Sebelumya Presiden Barack Obama dilaporkan telah menjatuhkan sanksi baru yang ditujukan kepada Bank Sentral Iran (CBI).
Sanksi ini diharapkan dapat mengekang aktifitas ekonomi Iran dan pada akhirnya mampu membuat Iran menghentikan program nuklirnya.
Sanksi terbaru dari AS terhadap Iran ini merupakan lanjutan dari sanksi yang sebelumnya sudah dikeluarkan lebih dulu oleh Uni Eropa.
Namun serangkaian sanksi yang dijatuhkan oleh Barat tidak kunjung membuat Iran bergeming untuk menghentikan program nuklirnya. Iran tetap bersikeras bahwa program nuklirnya bertujuan damai.(rhs)