Getting Time...

Mesir Pasca Mubarak turun

Istri Husni Mubarak Coba Bunuh Diri

Fajar Nugraha
Rabu, 08 Februari 2012 14:26 wib
Suzzane Mubarak (Foto: Reuters)
Suzzane Mubarak (Foto: Reuters)
KAIRO - Istri dari mantan pemimpin Mesir Husni Mubarak sempat mencoba bunuh diri saat sadar akan ditangkap akibat tuduhan korupsi. 

"Pada 13 Mei 2011 lalu menjadi hari gelap saya. Saat asisten Menteri Kehakiman Assem al-Gohary datang membawa surat perintah penangkapan, kemudian saya minum obat tidur dalam jumlah besar untuk melakukan bunuh diri, karena tidak sadar apa yang dilakukan di kemudian hari," ujar Suzanne Mubarak seperti dikutip EGY News, Rabu (8/2/2012).

Suzanne mengaku, dirinya secara ajaib selamat dari percobaan bunuh diri itu tanpa menyadari siapa yang menyelamatkannya.

"Kemudian suami saya (Husni Mubarak) menghubungi orang yang dekat dengan kekuasaan saat itu, dan berhasil menjalani hukuman di rumah sakit," ucapnya.

Sementara pengacara Mubarak, Farid al-Deb, berhasil memecahkan masalah penangkapannya itu. 

"Dia (al-Dib) yang menyarankan untuk menulis surat pernyataan pembatalan tuntutan kepada Pemerintah Mesir. Pada 17 Mei, saya dibebaskan tanpa dakwaan," ucap istri mantan Presiden Mesir itu.

Tidak hanya itu, Suzane juga mengungkapkan banyak fakta mengenai hari terakhir ketika suaminya menjabat sebagai Presiden Mesir. 

"Amerika Serikat (AS), Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait menawarkan suaka politik bagai suami dan beserta keluarga saya awal Februari 2011. Tetapi saat dirinya (Husni Mubarak) mengundurkan diri pada 11 Februari, semua tawaran itu tiba-tiba dibatalkan," terang mantan Ibu Negara Mesir itu.

Dirinya pun mengakui bahwa putra tertuanya, Alaa, yang membantu suaminya mengambil keputusan terakhir. Ini bertolak belakang dengan berita bahwa Gamal lah yang membantu Mubarak mengambil keputusan final dari pemerintahannya.

"Pada 1 Februari, saat berbicara lewat telepon dengan (Presiden AS) Barack Obama, suami saya setuju untuk mengundurkan diri tetapi dirinya tidak ingin melakukan pengumuman secara pribadi. Dia juga minta jaminan bahwa keluarganya nanti tidak akan diusik. Jaminan ini sudah diberikan oleh seorang utusan khusus dari AS," tutur Suzzane Mubarak.

Buku dari mantan Ibu Negara Mesir direcanakan dirilis melalui penerbit Canongate Books. Buku ini tidak sepenuhnya berbicara mengenai politik tetapi juga pengalaman pribadinya serta kecintaannya akan perhiasaan dan benda seni.
(faj)
TWITTER »
twit