"Perintah (penangkapan) dikeluarkan setelah banyak akademisi, bangsawan dan rakyat mengirim pesan kepada pihak kerajaan. Mereka menilai tindakan Kashgari amat memalukan," imbuh pernyataan itu.
Pada Selasa 7 Februari lalu, Menteri Informasi Arab Saudi Abdul Aziz Khowja memerintahkan surat kabar dan majalah di negara itu untuk tidak memuat tulisan Kashgari. Pemerintah Arab Saudi menilai artikel yang ditulisnya mengandung hinaan terhadap Islam.
Setelah perintah itu keluar, banyak suratkabar Arab Saudi memuat pernyataan maaf Kashgari yang dimuat dalam akun Twitter miliknya.
Kashgari sendiri saat ini diketahui sudah keluar dari Arab Saudi menuju sebuah negara di Asia Timur, melalui Yordania dan Uni Emirat Arab. Tidak dijelaskan negara mana yang ditujunya.