KABUL - Dinas Intelijen Amerika Serikat (CIA) dipastikan akan tetap berada di Irak dan Afghanistan, meskipun pasukan AS akan ditarik dari kedua negara tersebut secara menyeluruh.
Pihak AS menyebutkan bahwa markas besar CIA di Kabul dan Baghdad akan tetap menjadi markas mereka yang terbesar di luar Amerika selama beberapa tahun ke depan.
Langkah ini sejalan dengan upaya Pemerintahan Presiden Barack Obama yang akan mengandalkan kombinasi operasi mata-mata dan pasukan operasi khusus, guna mengamankan kepentingan AS di dua negara itu.
Khusus untuk Afghanistan, CIA diharapkan akan memegang peran lebih agresif. Kemampuan paramiliter CIA dinilai sebagai alat untuk menjaga Taliban kehilangan keseimbangan. Mereka juga akan terus membantu menjaga lajunya pemerintahan di Kabul.
Selain itu, kegiatan CIA di Afghanistan akan terus memperkuat tugas pesawat pengebom tak berawak AS yang ditujukan untuk memburu sisa-sisa kekuatan Al Qaeda di Pakistan. Tetapi, yang menjadi tugas paling utama dari CIA adalah membantu pasukan khusus saat penarikan pasukan AS selesai 2014 mendatang.
"Tidak diragukan lagi, pasukan operasi khusus akan menjadi pihak yang paling terakhir meninggalkan Afghanistan," ucap Komandan pasukan Operasi Khusus Laksamana William McRaven seperti dikutip The Washington Post, Rabu (8/2/2012).
CIA sendiri menolak berkomentar mengenai hal ini. Namun seorang veteran CIA yang memiliki pengalaman luas di Afghanistan dan Pakistan, membenarkan laporan tersebut.
(faj)