Presiden Argentina Cristina Fernandez (Foto: The Guardian)
BUENOS AIRES - Presiden Argentina Cristina Fernandez mengatakan, Argentina akan menyampaikan sikap protes secara resmi kepada Dewan Keamanan PBB.
Pernyataan Presiden Fernandez itu dipicu oleh tindakan Inggris yang dianggapnya telah menciptakan resiko keamanan serius dengan mengirimkan satu kapal perang modern di Kepulauan Falkland yang masih menjadi sengketa kedua negara.
Presiden perempuan pertama di Argentina itu menuding, PM Inggris David Cameron telah melakukan militerisasi atas kedaulatan kepulauan Atlantik Selatan yang menurutnya telah dicuri oleh Inggris hampir 180 tahun yang lalu.
"Kami telah menderita terlalu lama atas kekerasan dalam permainan militer dan perang. Tidak ada tanah yang seharusnya menjadi tropi kemenangan perang," ujarnya dalam pidato di stasiun televisi nasional Argentina seperti dikutip Associated Press Rabu, (8/2/2012).
Lebih lanjut Presiden Fernandez juga menegaskan, rakyat Argentina akan bersatu untuk merebut kembali pulau-pulau yang mereka sebut Malvinas melalui jalur diplomasi dan negosiasi.
"PM Cameron harus memberikan ruang bagi kesempatan perdamaian," imbuhnya.
Klaim Argentina atas kepulauan Falkland didasarkan atas kedekatan pulau itu dengan negaranya.
Sengketa antara Inggris-Argentina terkait Kepulauan Falkland ini sudah terjadi sejak 1982 silam. Peperangan pun sempat terjadi pada tahun 1982 dimana sekira 900 orang tewas dan 11 ribu pasukan Argentina ditahan.(rhs)