Getting Time...

"Dunia & Asia Mampu Menampung Kebangkitan AS dan China"

Khairisa Ferida
Kamis, 09 Februari 2012 10:45 wib
Menteri Luar Negeri Singapura K Shanmugam (Foto: BBC)
Menteri Luar Negeri Singapura K Shanmugam (Foto: BBC)
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Singapura K Shanmugam memperingatkan, sikap anti-China yang ditunjukkan Amerika Serikat (AS) akan memberikan dampak buruk bagi masa depan kedua negara.

"Tekanan domestik di AS dan tuntutan pemilu telah menghasilkan beberapa retorika anti-China dalam perdebatan domestik," ujar Menlu Shanmugam ketika berbicara di hadapan Konferensi Singapura untuk Studi Strategis dan Internasional di Washington seperti dikutip BBC Kamis, (9/2/2012).

Pernyataan Shanmugam itu muncul menanggapi kebijakan strategis baru AS yang menekankan wilayah Asia Tenggara sebagai fokus kebijakannya serta terkait hubungan strategis Singapura-AS.

"AS tidak dapat mengabaikan sejauh mana retorika anti-China itu dapat berkembang dan memicu reaksi. Dan pada akhirnya dapat menciptakan suatu realitas baru yang tidak diinginkan di suatu kawasan," imbuhnya.

Shanmugam menambahkan, selama ini ada kecenderungan politik dideskripsikan sebagai persoalan menang-kalah serta kebijakan strategis AS di Asia merupakan alat untuk memancing konflik dengan China.

"Retorika seperti ini merupakan kesalahan dalam berbagai tingkatan. Dunia dan Asia cukup besar untuk menampung kebangkitan China dan AS," tegas Shanmugam.

Selama ini Singapura telah menjalin hubungan baik dengan Washington khususnya dalam bidang ekonomi dan pertahanan. Kendati demikian, tidak dapat dipungkiri Negara Singa itu juga merupakan mitra dagang utama china. 

Dalam kunjungannya ke Washington, Shanmugam dilaporkan telah melakukan pertemuan dengan para pejabat Menlu AS Hillary Clinton serta sejumlah pejabat senior AS lainnya.

Setelah mengunjungi AS, Shanmugam dijadwalkan akan melanjutkan kunjungan kerjanya ke China selama tiga hari ke depan.(rhs)
TWITTER »
twit