Getting Time...

Salam Damai Presiden Peres Bagi Rakyat Iran

Khairisa Ferida
Kamis, 09 Februari 2012 09:05 wib
Presiden Israel Shimon Perez (Foto: Al Arabiya)
Presiden Israel Shimon Perez (Foto: Al Arabiya)
YERUSALEM - Presiden Israel Shimon Peres menyampaikan simpati mendalamnya terkait sanksi yang dijatuhkan Barat kepada rakyat Iran.

Pernyataan itu muncul melalui pidatonya dalam upacara yang digelar untuk memperingati ulang tahun Parlemen Israel yang ke-63 pada Rabu (8/2/2012) kemarin.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Peres juga menghimbau rakyat Iran agar mereka dapat melalui krisis atas sanksi yang dijatuhkan Barat.

"Kami tidak dilahirkan sebagai musuh dan tidak memiliki kebutuhan untuk hidup sebagai musuh. Jangan biarkan bendera permusuhan melemparkan bayangan gelap di atas warisan sejarah," ujar Peres seperti dikutip Associated Press Kamis, (9/2/2012).

Peres juga mengatakan, Iran dan Israel memiliki hubungan yang baik sebelum Revolusi Islam terjadi pada thaun 1979.

"Peres adalah salah satu dari sedikit orang di Israel yang mengingat hubungan hangat antara Iran dan Israel. Beberapa kali sebelum revolusi, Peres sempat berjalan-jalan di Teheran, makan di restoran sana dan memiliki banyak teman asal Iran," ujar juru bicara Presiden Peres, Ayelet Frisch .

Meski demikian, pesan damai yang disampaikan Presiden Peres itu ternyata hanya ditujukan kepada rakyat Iran bukan rezim rezim pemerintah Iran.

"Iran tidak hanya menjadi ancaman bagi Israel. Namun juga merupakan bahaya nyata bagi kemanusiaan secara keseluruhan," ungkap Peres ketika mengomentari program nuklir Iran.

"Rezim Iran ini adalah Imperialisme yang lapar, yang bercita-cita untuk menjadi penguasa tertinggi di kawasan," imbuhnya.

Meskipun Israel berharap sanksi ekonomi terhadap Iran dapat ditingkatkan untuk menekan Teheran terkait ambisi nuklirnya, para pemimpin Israel tidak menutup kemungkinan tindakan militer sewaktu-waktu dapat dilakukan.(rhs)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit