Getting Time...

Inggris Persenjatai Pemberontak Suriah?

Khairisa Ferida
Kamis, 09 Februari 2012 12:40 wib
Pemberontak Suriah (Foto: The Guardian)
Pemberontak Suriah (Foto: The Guardian)
DAMASKUS - Inggris dan Qatar dilaporkan melakukan operasi khusus guna membantu para pemberontak Suriah di Kota Homs, 162 kilometer dari Damaskus. Ada dugaan kedua negara itu mempersenjatai Pemberontak Suriah.

Seperti dilaporkan DEBKAfile dan sumber-sumber intelijen, pasukan khusus ini tidak terlibat dalam pertempuran langsung dengan pasukan Suriah. Namun mereka berperan sebagai penasihat strategi, mengatur serangan serta komunikasi bagi para pemberontak serta memberikan bantuan terkait senjata, amunisi serta memasok kebutuhan logistik.

Menurut sumber DEBKAfile, kedua pasukan militer asing itu, telah menyiapkan empat titik yang akan menjadi target operasi mereka. Keempat titik penting itu berada di bagian utara distrik Homs Khaldiya, bagian timur Bab Amro, dan di utara Bab Derib dan Rastan. 

Infromasi terkait kehadiran pasukan militer asing pertama kalinya di Suriah disampaikan oleh Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan di hadapan anggota parlemen Turki di Ankara pada Selasa (7/2/2012). Demikian seperti dilaporkan PanArmenian Kamis, (9/2/2012). 

Selain mengumumkan kehadiran pasukan militer Inggris dan Qatar, Turki sebelumnya juga sempat menuding Rusia mempersenjatai pasukan Suriah.

Namun belum ada konfirmasi dari Inggris maupun Qatar terkait pernyataan sepihak Turki ini. Sejauh ini Inggris dan Qatar diketahui merupakan dua negara yang sangat mendukung dilakukannya tindakan militer terhadap Suriah guna mengakhiri kekerasan 11 bulan di negara itu.
 
Turki pun tampaknya sudah mulai kehilangan kepercayaan terhadap Suriah. Hal ini terlihat dari beberapa pernyataan yang disampaikan Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu yang menyatakan, negaranya siap mengobarkan genderang perang dengan Suriah.(rhs)
  • awi silayar » 0 Tanggapan
    apa tidak ada jalan lain selain memberi bantuan persenjataan pada oposisi....sepertinya kericuhan di suriah sudah di seting duluan sama negara2 barat....masyarakat berontak karna faktor ekonomi.... kalau negara barat mau perdamaian bantulah di bidang ekonomi....bukan senjata yg nantinya timbul korban jiwa memang negara barat biang kerok kericuhan di muka bumi ini....anjing kalian..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Arwin » 0 Tanggapan
    Mungkin tidak lama lagi presiden Basar Al-Asad akan turun tahta,sulit bagi dia untuk bertahan,karena seluruh tetangganya kecuali Iran menyuruh untuk turun tahta,kalau tidak turun tahta mungkin bisa di bunuh oleh sniper pemberontak Syiria.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • menyoh » 0 Tanggapan
    turut prihati ma saudara2 kita di suriah ..... barat emank suka ngacau negara orang....... HAM HAM HAM diadikan alasan untuk mencampuri urusan negara lain .....
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit