Pesawat Tanpa Awak AS (Foto : Armybase)
ISLAMABAD - Serangan rudal dari pesawat tak berawak milik Amerika Serikat (AS) kembali menewaskan empat militan Pakistan.
Serangan ini merupakan yang kedua kalinya dalam 24 jam terakhir. Sebelumnya, serangan rudal yang terjadi pada Rabu (8/2/2012) menewaskan sepuluh orang tewas di tenggara Miranshah, Waziristan Utara, dekat dengan perbatasan Afghanistan.
"Sebuah pesawat tak berawak AS menembakkan dua rudal di sebuah kompleks yang digunakan oleh militan di Miranshah. Akibat serangan ini empat gerilyawan tewas," ujar seorang pejabat keamanan Pakistan seperti dikutip AFP Kamis, (9/2/2012).
AS menuding suku yang berdiam di wilayah Waziristan Utara selama ini telah memberikan perlindungan kepada pasukan Al Qaeda Taliban Afghanistan yang tidak lain merupakan musuh AS.
Sejak bulan lalu Presiden Barack Obama untuk pertama kalinya menegaskan bahwa pesawat tak berawak AS telah menargetkan serangan terhadap pasukan Taliban dan Al Qaeda di wilayah Pakistan, sebuah kebijakan prioritas yang diambil di bawah pemerintahannya.
Namun serangan rudal itu telah menimbulkan kebencian anti-Amerika yang semakin meluas, terutama setelah serangan mematikan November lalu yang menewaskan 24 tentaran Pakistan.
Menurut sebuah organisasi The New America Foundation yang berada di Washington, serangan pesawat di Pakistan telah menewaskan sekira 1.715 sampai 2.680 jiwa dalam delapan tahun terakhir.
Amerika Serikat sampai saat ini menolak untuk membahas serangan tersebut. Namun jumlah serangan ke Pakistan dilaporkan akan terus meningkat ketika AS menarik seluruh pasukan tempurnya dari Afghanistan pada akhir 2014.
Serangan ini terjadi ditengah upaya pembicaraan damai antara Pakistan-AS. Namun dua serangan dalam 24 jam terakhir tampaknya akan menghambat upaya Pakistan-AS untuk memperbaiki hubungan kedua negara.(rhs)