Getting Time...

Kehilangan Jabatan, Mantan Presiden Maladewa Diburu

Fajar Nugraha
Kamis, 09 Februari 2012 20:05 wib
Mohamaed Nasheed (Foto: Reuters)
Mohamaed Nasheed (Foto: Reuters)
MALE - Mantan Presiden Maladewa yang dikudeta pada Selasa 7 Februari lalu, saat ini tengah diburu oleh pihak keamanan Maladewa. Pihak pengadilan dikabarkan mengeluarkan perintah penangakapan terhadapnya.

Pengadilan kriminal di Ibu Kota Male, mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Mohamaed Nasheed dan mantan menteri pertahanannya. Namun hingga saat ini belum jelas apa dakwaan yang dikeluarkan kepada keduanya.

"Surat perintah penangkapan dikeluarkan untuk keduanya. Kami tidak tahu tuduh apa yang diarahkan kepada mereka," ucap Adam Malik, petinggi Partai Demokratik Maladewa yang mewakili Nasheed, seperti dikutip Reuters, Kamis (9/2/2012).

Kemungkinan besar perintah penahanan ini dikeluarkan menyusul tindakan Nasheed yang melakukan aksi turun ke jalan, memprotes kudeta yang dilakukan kepadanya. Polisi menilai tindakan Nasheed itu sebagai aksi terorisme.

Pihak partai MDP pun mengaku bahwa polisi dan militer saat ini terus memburu Nasheed. Pria yang dikenal sebagai aktivis HAM dan lingkungan tersebut, dikabarkan menderita luka saat polisi berusaha membubarkan aksi protes yang dilakukannya bersama para pendukungnya.

Hingga kini tidak diketahui dimana keberadaannya. Sebelumnya Nasheed sempat mengatakan kondisi yang dialami sebelum menghilang.

"Ada letusan tembakan di sekitar saya dan mereka (polisi) mengatakan tidak akan segan-segan menggunakannya bila saya tidak mengundurkan diri," ucap Nasheed sebelum menghilang.

Kini kekuasaan di Maladewa dipegang oleh Mohamed Waheed Hassan Manik yang sebelumnya bertindak sebagai Wakil Presiden Maladewa. Manik pun mengaku pihaknya akan membentuk kabinet bersatu.
(faj)
TWITTER »
twit