Kepulauan Falkland yang Menjadi Sengketa Inggris-Argentina (Foto: Imedia)
LONDON - Inggris menolak sikap protes yang disampaikan Presiden Argentina Cristina Fernandez terkait dengan tindakan Inggris yang dianggap memiliterisasi Kepulauan Falkland.
"Orang-orang dari Kepulauan Falkland adalah orang-orang Inggris. Mereka bebas untuk menentukan masa depan mereka sendiri, dan tidak akan ada negosiasi dengan Argentina terkait dengan kedaulatan kecuali rakyat di Kepulauan Falkland menginginkannya," demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri Inggris dalam pernyataannya seperti dikutip CNN Kamis, (9/2/2012).
Sikap Inggris ini menanggapi pernyataan dari Presiden Argentina Cristina Fernandez yang sebelumnya mengatakan, akan mengajukan protes ke Dewan Keamanan PBB.
Namun, hingga Rabu (8/2/2012) waktu New York, juru bicara PBB Martin Nesirky mengatakan, pihaknya belum menerima sikap protes dari Argentina.
Dalam beberapa hari terakhir berkembang spekulasi yang menyebutkan, Presiden Fernandez akan menerapkan kebijakan yang memotong jalur penerbangan menuju Amerika Selatan dengan melarang maskapai LAN dari Chili melintasi wilayah udara Argentina. Namun hal ini belum dikonfirmasi kebenarannya.
Saat ini Argentina dilaporkan sudah melarang kapal-kapal dari Falkland untuk berlabuh di Argentina.
Sengketa yang terjadi antara Inggris-Argentina terkait sengketa Kepulauan Falkland ini sudah terjadi sejak 1982 silam. Argentina mengklaim kepemilikan atas Kepulauan Falkland dengan didasarkan atas kedekatannya dengan Kepulauan itu.
Peperangan pun sempat terjadi pada 1982 dimana sekira 900 orang tewas dan 11 ribu pasukan Argentina ditahan.(rhs)