Getting Time...

Prajurit Perempuan AS Ingin Maju di Medan Perang

Khairisa Ferida
Kamis, 09 Februari 2012 13:10 wib
Para Prajurit Perempuan AS (Foto: Presstv)
Para Prajurit Perempuan AS (Foto: Presstv)
WASHINGTON - Dalam satu dekade terakhir, peran prajurit perempuan Amerika Serikat (AS) selama perang di Irak dan Afghanistan berlangsung tidak dapat diabaikan.

Mengingat peran penting prajurit perempuan AS itu, maka Pentangon mengajukan rekomendasi kepada Kongres AS agar prajurit perempuan diizinkan untuk maju di garis depan dalam sebuah peperangan.

"Aturan baru akan tetap memegang aturan lama dimana perempuan tidak dapat bekerja sebagai prajurit infanteri dan terlibat dalam operasi pasukan khusus. Namun aturan baru akan memungkinkan mereka secara resmi untuk bekerja di tingkat batalion, yang hingga kini dianggap sebagai garda terdepan dalam pertempuran," ujar pejabat Pentangon seperti dikutip twincities Kamis, (9/2/2012).

Namun sebagian pihak mempertanyakan kekuatan perempuan serta stamina perempuan dalam menghadapi sebuah peperangan. Sementara itu sebagian lainnya mengatakan, mereka tidak tega untuk melihat banyaknya prajurit perempuan yang tewas di medan perang.

Perang di Irak dan Afghanistan, dengan situasi medan tempur yang sulit serta pemberontak yang hampir terdapat di setiap sudut kota menunjukkan sulitnya melindungi prajurit perempuan dari pertempuran yang hampir setiap hari terjadi. Sekira 150 prajurit perempuan dilaporkan tewas dalam perang di dua negara tersebut.

Saat ini para prajurit perempuan umumnya ditugaskan pada urusan khusus yang tidak mungkin dilakukan oleh para prajurit pria seperti misalnya menggeledah barang-barang, serta urusan perempuan lainnya dalam prosedur keamanan.(rhs)
TWITTER »
twit