Getting Time...

Prancis Anggap Suriah Berbohong ke Rusia

Aulia Akbar
Kamis, 09 Februari 2012 19:02 wib
Foto : Menlu Prancis Alain Juppe (justjournalism)
Foto : Menlu Prancis Alain Juppe (justjournalism)
PARIS - Menteri Luar Negeri Prancis Alain Juppe mengatakan, janji Presiden Suriah Bashar al Assad ke Rusia yang akan menghentikan aksi kekerasan di negaranya adalah manipulasi. Juppe menegaskan, Prancis tidak akan pernah percaya dengan perkataan itu.

"Janji itu adalah manipulasi, kami tidak akan terjebak dengan perkataan Assad," ujar Juppe, seperti dikutip Reuters, Kamis (9/2/2012).

Pada saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, Assad pun mengutarakan janjinya yang akan berupaya terus untuk menghentikan kekerasan di Suriah. Assad juga menjanjikan reformasi terhadap negaranya.

Hingga saat ini, Prancis menjadi pihak yang terdekat bagi kelompok oposisi Suriah. Presiden Prancis Nicolas Sarkozy juga sudah mengadakan pertemuan dengan oposisi Suriah di Paris.

Juppe pun berniat untuk mempertemukan 13 negara anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang mendukung resolusi terhadap Suriah, bersama dengan Uni Eropa serta negara Arab.

"Kami ingin melakukan pertemuan ini untuk mendesak Rusia, dan mendukung kebijakan transisi kekuasaan di Suriah, yang disponsori oleh Liga Arab," tambahnya.

Ketua Komisi HAM PBB Navi Pillay juga mendesak agar komunitas internasional bertindak, untuk melindungi segenap warga sipil di Suriah, yang mendapat tekanan dari rezim Presiden Assad.(AUL)
TWITTER »
twit