Getting Time...

RI-AS Manfaatkan Teknologi Baru Perkuat Pangan

Khairisa Ferida
Jum'at, 10 Februari 2012 14:00 wib
Dubes AS Scot Marciel (Foto: Fajar Nugraha/okezone)
Dubes AS Scot Marciel (Foto: Fajar Nugraha/okezone)
JAKARTA - Dalam rangka menunjukkan komitmennya untuk memperkuat kemitraan komprehensif AS-Indonesia serta memperluas kesempatan kerja sama ekonomi bagi kedua negara, AS mengirimkan sejumlah delegasinya ke Indonesia.

Turut dalam delegasi itu diantaranya ilmuwan terkemuka AS Dr Riger Beachy dan Dr Edwin price yang akan saling berbagi informasi mengenai pemanfaatan teknologi baru dalam bidang pertanian.

"AS mendatangkan ilmuwan terkemuka untuk berpartisipasi dalam program KADIN terkait ketahanan pangan. Ketahanan pangan tidak hanya menjadi perhatian di Indonesia namun juga merupakan perhatian bagi seluruh dunia. Kami berharap Indonesia dapat berperan dalam masalah ketahanan pangan dan produksi makanan, tidak hanya di Indonesia namun juga di seluruh dunia," ujar Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel kepada wartawan di Kedutaan Besar AS di Jakarta, Jumat (10/2/2012).

Lebih lanjut Dubes Marciel mengatakan, masalah ketahanan pangan juga menyangkut dengan pemanfaatan teknologi pertanian dan ilmu pengetahuan. Kedua hal ini disebutnya dapat membantu meningkatkan hasil panen dan pendapatan bagi para petani.

"Dalam kesempatan itu, AS juga menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Indonesia untuk mentransformasi teknologi baru dalam bidang pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian," imbuhnya.

Dubes Marciel juga mengatakan, AS akan memperluas teknologi pertanian dan kemitraan pendidikan yang telah ada termasuk melalui program USAID dengan tema Agribusiness Market and Support Activity senilai USD15 juta yang akan meningkatkan akses pangan, pasar terbuka, dan produktivitas petani.(rhs)
  • yantie » 0 Tanggapan
    AS membuat barak militer di indonesia untuk memperkuat kesombonganya di wilayah asia, dan ditukar dengan teknologi pangan agar rakyat indonesia tidak kurang pangan itu kata mereka dan juga kata para pejabat yg korup dan penipu rakyat itu.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ibnu » 0 Tanggapan
    cobat buat teknologi yang canggih untuk mempermudah masyarakat dalam mengarap lahan pertaniannya. itu baru kebijakan yang pro kerakyat, ne buat kebijakan yang menguntungkan pihak asing aja,,,! sadar dong pemimpim
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit