Getting Time...

Baru Dibebaskan, Biksu Myanmar Kembali Ditahan

Fajar Nugraha
Jum'at, 10 Februari 2012 14:56 wib
Foto: Getty Images
Foto: Getty Images
YANGON - Seorang biksu Budha Myanmar kembali ditahan untuk dimintai keterangan, setelah selama kurang lebih satu bulan lalu dirinya dibebaskan. Biksu tersebut sebelumnya sempat ditahan karena mengorganisir protes anti-pemerintah 2007 silam.

Sosok yang dikenal kunci dari "Revolusi Saffron" tersebut, merupakan salah satu dari ratusan tokoh politik yang dibebaskan Pemerintah Myanmar Januari lalu. Biksu Gambira, begitu ia dikenal, dibebaskan dari hukuman penjara 68 tahun yang diputuskan kepadanya.

Namun kini dirinya kembali terlibat masalah setelah dituduh melanggar aturan masuk ke dalam biara. Biara yang didobrak oleh Gambira sebelumnya memang disegel oleh pemerintah, sejak protes 2007 lalu.

"Dia terpaksa ditangkap pagi ini dari biaranya hanya untuk diminta keterangan, karena dia membuka paksa tiga biara sejak dibebaskan," ungkap seorang pejabat Myanmar seperti dikutip AFP, Jumat (10/2/2012).

Sejak Oktober tahun lalu, Pemerintah Myanmar sudah membebaskan sekira 500 tahanan politik yang tentunya diapresiasi oleh dunia barat. Pembebasan para tahanan politik ini menjadi syarat bagi Myanmar untuk lepas dari sanksi yang mengisolasi mereka.

Protes yang terjadi pada 2007 lalu menyebabkan Gambira ditahan dalam penjara. Saat itu dirinya memimpin protes kecil menentang meningkatnya biaya hidup yang dinilai menyengsarakan rakyat. 

Saat protes berubah menjadi besar, Pemerintah Myanmar yang saat itu masih dipegang pihak junta militer berusaha membubarkan protes dengan kekerasan. Akhirnya 31 orang tewas akibat peristiwa ini.
(faj)
TWITTER »
twit