Getting Time...

AS Akui Israel Bunuh Ahli Nuklir Iran

Khairisa Ferida
Jum'at, 10 Februari 2012 19:05 wib
Mobil Roshan yang dipasang bom (Foto: Fars)
Mobil Roshan yang dipasang bom (Foto: Fars)
WASHINGTON - Pejabat AS mengkonfirmasi bahwa Israel terlibat dalam pembunuhan ilmuwan nuklir yang terlibat dalam program nuklir Iran. 

Keterlibatan Israel itu melalui pemberian sejumlah dana dan pelatihan bagi organisasi Rakyat Mujahidin Iran (MEK).

Pernyataan AS tersebut didukung oleh Iran yang sejak lama meyakini keterlibatan intelijen Israel Mossad dalam pembunuhan ahli nuklirnya.

"Ada hubungan erat antara Mossad dan MEK. Namun AS tidak terlibat dalam masalah ini," ujar pejabat Washington dalam pernyataannya kepada NBC seperti dikutip Daily Mail Jumat, (10/2/2012). 

Pada 11 Januari lalu, ahli nuklir Iran bernama Mostafa Ahmadi Roshan tewas dalam ledakan bom di Kota Teheran, Roshan tewas dalam ledakan bom mobil yang dipasang oleh seorang pengendara motor. Iran pun tak henti-hentinya menuding Israel, sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap tewasnya Roshan.

Sementara itu Presiden AS Barack Obama telah mengemukakan padangannya awal pekan ini dengan mengatakan, ketegangan AS-Iran terkait program nuklir dapat diselesaikan melalui perundingan atau kesepakatan damai.
 
Namun menurut media AS, sikap Obama itu justru menunjukkan kelemahannya dalam menangani isu-isu Timur Tengah. Media AS juga mengatakan, kelemahan inilah yang membuat Obama tidak layak melanjutkan periode kedua pemerintahannya.
(faj)
  • anti teror » 0 Tanggapan
    Bersabarlah...janji a***h SWT itu pasti....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • hunter » 0 Tanggapan
    Mengapa masyarakat internasional tdak rame2 mengutuk dan menyelidiki kasus ini sebagai isu internasional. disayangkan jika tidak direaksi oleh PBB, maka tidak dipungkiri semua ilmuwan yang ada di setiap negara juga sangat rentan terhadap serangan mematikan karena tidak dilindungi oleh hukum internasional, sekalipun ada hukumnya tetapi yang melakukannya adalah is Rael karena dunia takut menapat tekanan hebat dari amerika. negara dunia rata2 pengecut.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • tamtam » 0 Tanggapan
    gak usah bilang juga dah tahu koq,....jadi yang bahaya siapa sih i****l ataao negara"barat???
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit