Menteri Kehakiman Rusia Alexander Konovalov (Foto: Rian)
WASHINGTON - Dalam kunjungan kerjanya ke Washington, Menteri Kehakiman Rusia Alexander Konovalov mendesak Amerika Serikat (AS) untuk menandatangani perjanjian ekstradisi bilateral atau setidaknya bergabung dengan konvensi internasional yang ada.
"Kami mengusulkan AS agar menandatangani perjanjian bilateral mengenai ekstradisi tahanan dan pemulangan narapidana. Atau pilihan kedua bagi AS adalah bergabung dengan konvensi yang sudah ada," ujar Konovalov seperti dikuti PanArmenian Jumat, (10/2/2012).
Hubungan Rusia-AS sempat memanas akibat proses hukum yang dilakukan AS terhadap sejumlah warga Rusia, termasuk proses peradilan terhadap Viktor Bout yang ditangkap di Thailand pada Maret 2008. Bout ditangkap dalam sebuah operasi agen intelijen AS dan kemudian diekstradisi pada November 2010.
Sementara itu seorang warga Rusia lainnya Vladimir Zdorovenin, tersangka yang diduga terlibat dalam kejahatan dunia maya diekstradisi pada pertengahan tahun lalu dari swiss ke AS. Proses ekstradisi ini dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak Rusia.
"Praktek-praktek seperti ini benar-benar tidak dapat Kami terima. Tidak seharusnya orang diculik di wilayah negara ketiga, mereka tidak boleh diekstradisi secara ilegal. Instrumen hukum dan mekanisme harus digunakan, dan kami akan membahas lebih lanjut masalah ini dengan AS," ungkap Konovalov.
Lebih lanjut Konovalov mengaku pihaknya sudah sejak dua tahun lalu mengangkat masalah ini saat kunjungan pertama delegasi kementerian kehakiman Rusia ke AS. Namun usulan Rusia tersebut sampai saat ini masih ditolak AS.(rhs)