Foto : Mobil Kedubes Israel yang dibom (AP)
WASHINGTON - Seiring dengan munculnya insiden ledakan bom mobil Kedutaan Besar (Kedubes) Israel di New Delhi, India pun berada di bawah tekanan kedua mitranya yang saat ini berseteru yakni Israel dan juga Iran, yang dituduh menjadi dalang pengeboman tersebut.
"India akan mengalami kesulitan untuk menenangkan Iran, dan Israel serta Amerika Serikat (AS) di sisi lain," ujar seorang peneliti dari The Heritage Foundation Lisa Curtis, seperti dikutip PTI, Selasa (14/2/2012).
Hingga saat ini, India bahkan belum berani untuk melontarkan tuduhan ke pihak manapun yang dianggap bertanggung jawab atas ledakan bom itu. Seperti diketahui, India merupakan mitra dagang dengan Iran, namun Negeri Bollywood itu juga memiliki kemitraan dalam kerja sama pertahanan dengan Negeri Yahudi.
"Beberapa bulan yang akan datang, India dan Israel akan menandatangani sejumlah kontrak kerja sama militer. India juga akan memperbaharui persenjataannya dengan senjata yang mutakhir ala Israel," imbuhnya.
Kemampuan India untuk menseimbangkan hubungan antara Israel dan Iran tampaknya mulai diuji saat ini. AS juga tampak sensitif terhadap sikap India ke Afghanistan, seiring dengan akan selesainya misi pasukan AS di Afghanistan.
"Washington harus meyakinkan India bahwa negaranya akan terus mengadakan kontak dengan Afghanistan secara diplomatik dan finansial. AS juga masih akan melalukan kontak militer dengan Afghanistan meski mereka sudah tidak lagi ada di sana," ujarnya.(AUL)