Getting Time...

Pakistan Izinkan NATO Pasok Makanan

Khairisa Ferida
Rabu, 15 Februari 2012 16:17 wib
Pasukan NATO (Foto: BBC)
Pasukan NATO (Foto: BBC)
ISLAMABAD - Pakistan menyatakan, negaranya telah memberikan izin bagi pasukan NATO untuk menggunakan wilayah udara serta jalur darat Pakistan untuk mengangkut pasokan makanan bagi pasukan NATO yang berada di Afghanistan.

"Pemerintah telah memberikan izin bagi pasukan NATO untuk memasok makanan ke Afghanistan melalui jalur udara atau darat," ujar Menteri Pertahanan Pakistan Ahmed Mukhtar Chaudhry seperti dikutip The Times of India Rabu, (15/2/2012).

Namun ditegaskan Mukhtar, izin itu hanya berlaku untuk mengangkut makanan yang tiba di Pakistan. Kendati demikian, Mukhtar tidak menjelaskan lebih lanjut kapan izin tersebut mulai diberlakukan.

"Mereka telah diberitahukan untuk tidak memuat perlengkapan yang berlebihan," ujarnya.

Pakistan sebelumnya dilaporkan menutup jalur darat yang biasanya digunakan untuk memasok berbagai kebutuhan serta senjata bagi pasukan NATO yang berada di Afghanistan.

Hal ini dilakukan setelah serangan sepihak oleh pasukan NATO yang menewaskan 24 tentara Pakistan pada 26 November 2011 lalu. Serangan ini telah membuat hubungan Pakistan-AS mencapai titik terendah sepanjang 64 tahun hubungan dua negara terjalin.

Tidak hanya itu insiden penyerangan itu juga  memicu Parlemen Pakistan untuk mengkaji ulang hubungan bilateral AS-Pakistan serta keterlibatan AS dan NATO di Pakistan.

"Saat ini pemerintah tengah menunggu rekomendasi dari Komite Parlemen Keamanan Nasional yang akan meninjau kembali sisi kebijakan luar negeri dan keamanan terkait hubungan bilateral dengan AS," ujar Mukhtar.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Diplomat AS Richard Hoagland mengatakan, AS dilanda kecemasan dalam menunggu hasil kajian parlemen Pakistan terkait hubungan bilateral kedua negara.

"Pakistan masih akan menunggu hasil dari kajian Parlemen untuk membentuk kembali kebijakan luar negerinya dengan AS. Kami berharap hasil terbaik dari hal ini," ujar Hoagland.

Selama ini AS-Pakistan diketahui memiliki sejarah hubungan yang panjang selama 64 tahun.

"Hubungan negara satu dengan negara lain, tak ubahnya seperti hubungan manusia. Ada pasang surutnya," tambah Hoagland.

Hoagland menegaskan, Washington yakin bahwa kedua belah pihak akan sepakat untuk memasuki era baru dalam hubungan bilateral keduanya. Diplomat AS itu juga menyampaikan penyesalannya atas kematian 24 tentara Pakistan akibat serangan NATO.(rhs)
TWITTER »
twit