Getting Time...

Kontras Kecam Kekerasan di Suriah

Khairisa Ferida
Kamis, 16 Februari 2012 16:44 wib
Serangan Pasukan Suriah (Foto: Reuters)
Serangan Pasukan Suriah (Foto: Reuters)
JAKARTA - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KONTRAS) mengatakan, pihaknya mengecam tindak kekerasan di Suriah yang telah menewaskan ribuan warga sipil.

"Kontras mendesak Pemerintah Indonesia agar menunjukkan kontribusi yang lebih nyata melalui berbagai upaya diplomatik. Kami meminta keterlibatan aktif Indonesia dalam berbagai forum multilateral seperti Dewan HAM PBB dan Organisasi Kerja sama Negara-negara Islam (OKI) guna menekan dihentikannya kekerasan yang telah berlangsung selama 11 bulan di Suriah. Demikian disampaikan Kontras dalam pernyataan tertulisnya kepada Okezone Kamis, (16/2/2012).

Sementara itu sebelumnya Pemerintah Indonesia melalui pernyataan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa telah lebih dulu mendesak Pemerintah Suriah agar menghentikan tindak kekerasan dan pembunuhan terhadap warga sipil di Suriah.

Menlu Natalegawa juga meminta Pemerintah Suriah agar menyelesaikan krisis yang tengah terjadi di negara itu melalui proses politik, guna menghindari jatuhnya korban tewas yang lebih banyak di kalangan rakyat sipil.

Pemerintah Indonesia sendiri telah memulai proses evakuasi secara bertahap terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Suriah.

Sekira 37 WNI yang terdiri dari 19 Mahasiswa beserta keluarganya, 17 TKI Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) serta 1 TKI telah tiba di Jakarta pada hari ini.

Eskalasi Kekerasan yang terjadi di Suriah dilaporkan semakin tinggi dalam beberapa hari terakhir, menyusul meningkatnya pula serangan pasukan pemerintah terhadap pihak oposisi yang menginginkan agar Presiden Suriah Bashar al-Assad segera mundur dari jabatannya.(rhs)
TWITTER »
twit