Direktur HRW Brad Adams untuk Asia (Foto: Tamilnet)
ISLAMABAD - Militer Pakistan menolak tudingan Human Rights Watch (HRW) sebuah organisasi Hak Asasi Manusia berbasis di Amerika Serikat (AS) yang menyebutkan, intelijen Pakistan (ISI) bekerja layaknya sebuah negara di dalam negara.
Pernyataan HRW pada 30 Januari itu dipicu oleh kematian seorang jurnalis lokal Saleem Shahzad. HRW menuding intelijen Pakistan adalah dalang di balik tewasnya Shahzad, selain itu HRW juga mendesak intelijen Pakistan untuk berhenti bersikap layaknya sebuah negara di dalam negara yang memiliki kekuasaan tidak terbatas serta kebal terhadap hukum.
Saleem Shahzad dibunuh setelah dirinya menulis sebuah artikel yang menyebutkan militer Pakistan memiliki hubungan dengan kelompok Al Qaeda.
Militer Pakistan menyebut tuduhan HRW itu sebagai sebuah penghinaan, bias dan kontradiktif, pihak militer juga menuding Direktur HRW Asia Brad Adams telah mengabaikan penyedilikan hukum, mengutuk intelijen Pakistan dan menghakimi Pemerintah Pakistan.
"Brad Adams mungkin telah membenamkan kepalanya di dalam pasir dan HRW jelas telah melontarkan tuduhan yang bias namun tuduhan mereka jelas sangat meremehkan Pakistan," ujar pihak militer dalam pernyataannya seperti dikutip AFP Jumat, (17/2/2012).
Namun menurut Adams, sebelum pembunuhan Saleem Shahzad terjadi, jurnalis lokal itu sempat mengatakan kepada HRW bahwa dirinya telah diancam oleh intelijen Pakistan.
Adams pun mengatakan, intelijen Pakistan telah bekerja di luar sistem hukum.
"Pelanggaran tidak akan berhenti jika ISI tidak tunduk pada aturan hukum, pengawas sipil dan akuntabilitas publik," ujar Adams.
Militer Pakistan menganggap pernyataan Adams itu hanyalah sekedar untuk membangun opini publik melalui media.
"Tidak jelas dari mana Adams membangun opininya. Namun ada proses berpikir dan menganalisis situasi yang dilakukan Adams sangat bias," ujar pihak militer Pakistan dalam pernyataannya.(rhs)