NEW YORK - Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SU PBB) mendesak agar dihentikan segera kekerasan yang dilakukan oleh Presiden Suriah Bashar Al-Assad terhadap rakyatnya sendiri. Kecaman ini dikeluarkan dalam sebuah resolusi yang disepakati 137 negara.
Namun China, Rusia dan Iran menolak keras resolusi yang diajukan oleh Mesir dan negara Arab lain. Resolusi ini sendiri didukung oleh negara barat. Selama ini dunia barat dengan lantang mengatakan Suriah melakukan pelanggaran HAM berat secara sistematis.
17 negara memutuskan abtsain dalam resolusi. Sebelumnya resolusi dari Dewan Keamanan PBB tidak dapat lolos, setelah Rusia dan China menggunakan hak vetonya.
"Sidang PBB sudah mengirimkan pesan jelas kepada Damaskus. Saat mereka mendengar suara dari rakyat," ucap Duta Besar Mesir untuk PBB Osama Abdelkhalek seperti dikutip Associated Press, Jumat (17/2/2012).
Namun hal ini ditentang oleh Dubes Suriah untuk PBB Bashar Jaafari. Dirinya menilai resolusi ini adalah bentukan upaya dunia luar untuk mencampuri urusan dalam negeri Suriah.
"Topeng dunia Arab saat ini sudah terbuka. Negara Barat sudah mengeksploitasi Liga Arab untuk membuat masalah ini dalam skala internasional," tutur Jaafari.
Dubes Iran Mohammad Khazaee mengatakan, resolusi itu hanya akan memperparah krisis Suriah. Sementara pihak Rusia menilai resolusi itu bertentangan dengan amandemen yang sudah diajukan oleh Moskow.
China pun menilai resolusi yang dikeluarkan merupakan bentuk intervensi internasional.
(faj)