DUNIA
Chavez Sebut Oposisinya "Babi Miskin"
Jum'at, 17 Februari 2012 11:26 wib
Aulia Akbar - Okezone
Foto : Presiden Venezuela Hugo Chavez (centralmoinfo)
CARACAS - Presiden Venezuela Hugo Chavez menyebut lawan politiknya, Henrique Capriles Radonsky, "babi miskin" dalam kampanye pemilihan Presiden Venezuela.
"Saat ini, kandidat pecundang yang muncul. Selamat datang! Kami akan mengalahkanmu di pada pemilihan presiden Oktober mendatang. Capriles memiliki ekor dan telinga babi. Dia bersuara seperti babi, dan dialah babi miskin. Kau adalah babi, Capriles, jangan sembunyikan identitasmu," ujar Chavez, seperti dikutip Reuters, Jumat (17/2/2012).
"Si pecundang itu menghindari saya, penasihatnya mengatakan kepadanya agar tidak berkonfrontasi dengan saya. Sekarang, Anda (Capriles) terpaksa berhadapan dengan saya atau lari. Anda katakan bahwa anda adalah seorang progresif, sosialis, dan Bolivarian. Bukalah topengmu Capriles! Tempat yang bisa menjadi wilayah pimpinan Anda adalah dunia Tarzan dan kera," tegasnya.
Pada pemilu pendahuluan yang digelar Minggu pekan lalu, Gubernur Miranda yang berusia 39 tahun itu berhasil meraih banyak suara, meski mendapatkan ejekan yang sangat parah. Para simpatisan Chavez kerap mempertanyakan orientasi seksual Capriles dan bahkan menuding Capriles sebagai seorang antek Amerika Serikat (AS), pro-Yahudi dan Zionis.
Capriles bahkan digambarkan selayaknya seorang tokoh kartun yang memakai logo swastika (lambang Nazi).
Pria yang menjadi pesaing utama Chavez itu sebelumnya mengklaim dirinya adalah seorang yang menyukai sistem perekonomian Brasil. Meski demikian, Capriles berniat untuk mengganti sistem perekonomian sosialis ala Chavez dan memperbaiki hubungan Venezuela dan AS. Para simpatisan Chavez juga menilai, Capriles memiliki agenda rahasia yang akan dijalankannya bila terpilih menjadi Presiden Venezuela.
Chavez yang sudah berkuasa di Venezuela selama 13 tahun tetap yakin akan kemenangannya di pemilihan Presiden Venezuela. Mantan pejabat militer itu mendapatkan dukungan dari warga miskin yang sebagian besar tinggal di negara kawasan Amerika Latin itu. (AUL)
Berita Selengkapnya Klik di Sini