Getting Time...

Santorum Sorot "Keyakinan" Obama

Khairisa Ferida
Minggu, 19 Februari 2012 15:08 wib
Bakal calon kandidat Presiden AS dari Partai Republik Rick Santorum (Foto: The Telegraph)
Bakal calon kandidat Presiden AS dari Partai Republik Rick Santorum (Foto: The Telegraph)
COLOMBUS - Bakal calon kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Rick Santorum mengatakan, selama Barack Obama menjabat sebagai Presiden AS, kebijakan Gedung Putih termotivasi oleh apa yang disebutnya dengan teologi yang berbeda.

"Kualitas hidup Anda tidak masuk dalam agenda Obama. Agenda Obama bukan tentang pekerjaan Anda. Ini tentang beberapa teologi palsu. Bukan teologi yang didasarkan pada Alkitab melainkan sebuah teologi yang berbeda," ujar Rick Santorum di hadapan pendukungnya yang berasal dari kalangan konservatif di sebuah hotel di Columbus seperti dikutip dari Reuters, Minggu (19/2/2012).

Santorum menambahkan, Pemerintahan Obama telah gagal mencegah kenaikan harga gas dan menggunakan ilmu politik dalam perdebatan terkait isu perubahan iklim.

Menanggapi pernyataan Santorum itu, juru bicara kampanye Obama, Ben LaBolt mengatakan, pernyataan Santorum itu adalah bagian dari kampanye negatif dari Partai Republik.

"Ini hanyalah kampanye rendahan yang dilontarkan oleh Partai Republik yang mendorong distorsi, keburukan serta memicu pesimisme dan hal-hal negatif lainnya. Sangat kontras dengan apa yang tengah dilakukan Presiden Obama saat ini, yang tengah fokus pada upaya penciptaan lapangan kerja dan memulihkan keamanan ekonomi untuk kelas menengah," ujar Ben LaBolt.

Selama ini Santorum yang sempat menjadi anggota Kongres dan Senator Pennsylvania itu memang diketahui kerap mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang provokatif.

Beberapa pernyataan Santorum yang dinilai provokatif antara lain ketika dia menyatakan dirinya tidak mengakui adanya negara Palestina.

"Tidak ada warga Palestina, setiap warga yang tinggal di Tepi Barat adalah warga Israel. Itu adalah tanah Israel," ujarnya beberapa waktu lalu.

Selain itu Santorum juga sempat mengeluarkan pernyataan keras terkait Iran. Santorum menegaskan, jika terpilih sebagai Presiden AS dia akan menghantam Negeri Persia itu dengan bom.(rhs)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit