OKI (Foto: Sargar)
JAKARTA - Perwakilan Indonesia untuk Komisi HAM Organisasi Konferensi Islam (OKI) Siti Ruhaini Dzuhayatin mengatakan, beberapa negara anggota OKI sempat meminta Indonesia agar menjadi tuan rumah dari kantor sekretariat Komisi HAM OKI.
"Ada keinginan untuk mendirikan kantor Sekretariat Komisi HAM OKI di Arab Saudi pada awalnya. Namun Iran juga menegaskan bahwa negaranya pun siap dijadikan markas dari Komisi HAM OKI," ujar Siti, di Hotel Aryaduta, Senin (20/2/2012).
"Namun, seperti diketahui, Arab dan Iran merupakan negara yang sering berseteru. Pada saat itu, beberapa negara di OKI juga menyebut-nyebut bahwa kantor sekretariat Komisi HAM OKI, lebih baik didirikan di Indonesia," jelas Siti.
Hal ini menurut Siti disebabkan karena Indonesia merupakan negara yang moderat. Dimana konflik Sunni dan Syiah tidak menjadi sebuah konflik sektarian yang cukup serius.
Tak lupa, Siti juga menambahkan, Kementerian Luar Negeri Indonesia tentunya sudah siap bila Indonesia menjadi tuan rumah bagi kantor sekretariat Komisi HAM OKI.
Menurut Sekretaris Jendral OKI Ekmeleddin Ihsanoglu, pembahasan mengenai kantor sekretariat Komisi HAM OKI juga menjadi topik pembahasan dari segenap pertemuan negara-negara anggota OKI.
"Ada dua negara yang sempat mengajukan diri untuk menjadikan wilayahnya sebagai lokasi dari kantor Sekretariat Komisi HAM OKI, dan pembahasan ini sudah saya lakukan. Meski demikian, saya cukup senang bila komisi ini sudah mulai berjalan dan beraktivitas," papar Ihsanoglu.
(faj)
getting time ...
Belajar Bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang penemuan ratusan cakar beruang dan kasus pencurian bayi di Spanyol.
What are the things in life you can't live without? A survey reveals what British people need.
The BBC gets a royal visitor. Queen Elizabeth officially opens the BBC's new headquarters.
Kamis, 20 Juni 2013 01:02 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 23:02 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 23:01 WIB